Topik Maluku.com, MALTENG– Kantor Negeri Hunisi, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), disebut tidak lagi menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut diduga telah berlangsung sejak Juni 2025.
Informasi yang dihimpun TopikMaluku.com, kantor negeri yang dibangun menggunakan anggaran negara itu hingga kini tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Aktivitas pelayanan pemerintahan desa disebut terhenti.
Ketua Saniri Negeri Hunisi, Stepanus Lattan, saat di konfirmasi TopikMaluku.com, melalui Via Telepon Whatsapp pada Kamis, (3/09/26), membenarkan kondisi tersebut. Dia mengatakan tidak ada pelayanan pemerintahan yang berjalan di Kantor Negeri Hunisi.
Menurut Stepanus, salah satu persoalan yang menyebabkan perangkat negeri tidak menjalankan aktivitas di kantor adalah dugaan belum dibayarkannya insentif dan gaji pokok sejumlah perangkat negeri.
“Manusia kerja untuk makan. Kalau gaji tidak jalan, sudah jelas tidak masuk kantor,” kata Stepanus.
Selain persoalan pembayaran hak perangkat, Stepanus menyebut kondisi kantor juga memprihatinkan karena minim fasilitas penunjang pelayanan.
“Di kantor juga tidak ada peralatan kantor. Tidak ada apa-apa. Sama saja masuk, mau kerja apa di sana. Kantor kosong total,” ujarnya.
Dia berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian sehingga roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan.
Stepanus juga mendorong adanya kepemimpinan baru yang mampu membawa perubahan bagi Negeri Hunisi.
“Harapan saya, kita harus mempunyai kepemimpinan yang baru agar negeri ini bisa berkembang,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari Kepala Pemerintah Negeri Hunisi terkait dugaan tidak dibayarkannya gaji dan insentif perangkat maupun terhentinya pelayanan di kantor negeri tersebut.(TM-03)
















