TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Warga Kampung Baru Hitu Patungan Cor Jalan Sendiri, Klaim Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Topik Maluku.com, AMBON– Warga Dusun Kampung Baru, Desa Hitu Mesing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, bergotong royong membangun akses jalan secara swadaya. Jalan sepanjang kurang lebih 500 meter itu kini sedang dalam tahap pengecoran yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir.

Pembangunan jalan tersebut dilakukan murni dari hasil patungan masyarakat. Setiap kepala keluarga menyumbang minimal satu sak semen atau uang sebesar Rp100 ribu. Sebagian warga bahkan memberikan kontribusi lebih untuk mempercepat pekerjaan.

Salah satu warga, Amin, mengatakan semangat gotong royong masyarakat muncul karena selama puluhan tahun mereka mengalami kesulitan akses transportasi.

“Jalan ini panjangnya sekitar 500 meter. Sekarang sudah mulai pekerjaan pengecoran sekitar dua minggu berjalan. Semua biaya dari masyarakat sendiri, patungan per kepala keluarga minimal satu sak semen atau Rp100 ribu,” kata Amin kepada TopikMaluku.com, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, sebelum akses jalan dibuka, warga harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut sangat menyulitkan, terutama bagi anak-anak yang hendak bersekolah, warga yang sakit, hingga ibu hamil yang membutuhkan penanganan medis.

“Dulu masyarakat harus menyeberang sungai yang dalam untuk keluar kampung. Kalau hujan dan banjir, aktivitas lumpuh total. Anak sekolah tidak bisa lewat, orang sakit sulit dibawa keluar, bahkan ibu hamil harus ditandu,” ujarnya.

Amin menjelaskan, sekitar 20 tahun lalu warga mulai membuka akses jalan secara manual menggunakan pacul dan linggis. Mereka bahkan membeli lahan dari pemilik tanah untuk dijadikan jalur penghubung menuju kampung.

Dengan peralatan sederhana, masyarakat membongkar sejumlah perbukitan demi membuka akses kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Pada 2022, warga kembali bergotong royong memperlebar jalan yang ada. Proses pelebaran dilakukan secara manual selama hampir satu tahun sebelum akhirnya dilanjutkan dengan pengerasan jalan menggunakan dana swadaya.

Namun kondisi cuaca ekstrem membuat jalan kembali rusak sehingga warga kembali mengumpulkan dana untuk melakukan pengecoran beton.

“Yang patungan masyarakat, yang kerja juga masyarakat sendiri. Tidak ada bantuan sedikit pun dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten maupun provinsi,” tegas Amin.

Ia mengaku pemerintah sebenarnya telah beberapa kali mengetahui kondisi jalan tersebut. Bahkan, almarhum mantan Gubernur Maluku Said Assagaff pernah mengunjungi lokasi dan menjanjikan pembangunan jalan.

Selain itu, pejabat yang kini menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Maluku juga pernah menerima usulan pembangunan jalan dari masyarakat. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Sudah beberapa kali diusulkan melalui DPRD Provinsi Maluku, bahkan proposal juga pernah disampaikan melalui anggota DPR RI untuk diteruskan ke Balai Jalan. Sampai sekarang belum ada kabar,” katanya.

Amin juga menyebut Dinas Pekerjaan Umum pernah melakukan survei dan pengukuran jalan sekitar empat tahun lalu. Namun hasil survei tersebut belum berujung pada realisasi pembangunan.

Meski demikian, warga Kampung Baru memilih tidak menunggu. Dengan kemampuan yang ada, mereka terus melanjutkan pembangunan jalan demi memastikan akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

“Kami hanya ingin jalan yang layak supaya masyarakat tidak lagi kesulitan keluar masuk kampung,” pungkasnya.(TM-03)

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !