Topik Maluku.com, SBB– Dugaan intimidasi menggunakan senjata api yang melibatkan seorang anggota polisi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, memicu kecaman warga. Peristiwa itu terjadi di Kantor Polsek Kairatu, Desa Waitasi, Kecamatan Kairatu, Rabu (13/5/2026) sore.
Insiden tersebut diduga melibatkan anggota polisi bernama Marten Tahalele terhadap Ketua Pemuda Desa Hunitetu, Serda Marteng Taniwel.
Peristiwa bermula saat Serda Marteng bersama empat warga mendatangi Polsek Kairatu sekitar pukul 16.00 WIT. Mereka meminta penjelasan terkait perkembangan penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap Kristian Parakate.
Warga mempertanyakan belum diamankannya terduga pelaku, termasuk informasi yang menyebut pelaku telah meninggalkan daerah tanpa proses hukum lebih lanjut.
Sekitar pukul 16.30 WIT, empat warga masuk ke ruang piket untuk meminta penjelasan kepada petugas. Sementara Serda Marteng menunggu di dalam kendaraan di halaman Polsek.
Situasi kemudian memanas setelah terjadi adu mulut antara warga dan petugas piket. Mendengar keributan itu, Serda Marteng turun dari kendaraan dan mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani perkara tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, ketegangan meningkat setelah salah satu anggota polisi diduga terpancing emosi dan menantang warga.
Tak lama berselang, anggota polisi tersebut disebut melepas seragam dinasnya lalu menuju asrama polisi. Ia kemudian kembali dengan membawa senjata api laras panjang.
Anggota polisi itu diduga mengejar Serda Marteng di sekitar kompleks Polsek Kairatu. Merasa terancam, Ketua Pemuda Desa Hunitetu itu memilih melarikan diri ke permukiman warga dan bersembunyi di sebuah masjid di kawasan Waitasi.
Akibat peristiwa tersebut membuat sejumlah warga di sekitar lokasi panik dan berhamburan menjauh dari area Polsek.
Insiden ini menjadi perhatian masyarakat lantaran pihak yang diduga dikejar diketahui merupakan anggota TNI aktif. Warga khawatir peristiwa itu dapat memengaruhi hubungan antar institusi apabila tidak ditangani secara terbuka dan profesional.
Dalam situasi tersebut, keluarga korban kemudian menghubungi Babinsa setempat, Koptu Arens Tetelepta, sekitar pukul 18.00 WIT untuk membantu mengevakuasi warga yang masih berada di Polsek Kairatu.
Babinsa kemudian mengambil kendaraan yang tertinggal di depan Polsek dan menjemput empat warga yang sebelumnya berada di lokasi kejadian.
Serda Marteng yang sempat berlindung di masjid juga dievakuasi dan dibawa kembali ke Dusun Ursana, Desa Hunitetu, Kecamatan Inamosol.
Sekitar pukul 18.30 WIT, seluruh rombongan dilaporkan tiba di rumah dalam keadaan selamat.
Kasus ini memicu reaksi masyarakat yang mendesak Kapolres Seram Bagian Barat segera mengambil langkah tegas terhadap dugaan tindakan anggotanya. Warga juga meminta proses penanganan dilakukan secara transparan, termasuk pemeriksaan terhadap anggota polisi yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Kairatu maupun Polres Seram Bagian Barat terkait peristiwa itu.(TM-03)











