Topik Maluku.com, MALTENG– Pemerintah pusat bersiap mempercepat pengembangan kawasan wisata Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, melalui proyek perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Banda Neira. Selain untuk mendukung sektor pariwisata, proyek ini juga diproyeksikan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di kawasan Gunung Api Banda.
Rencana tersebut mengemuka saat Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo didampingi Dirjen Sumber Daya Air Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dan Direktur Jalan Moch. Iqbal Tamher bersama Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto dan juga Bupati Maluku Tengah meninjau Bandara Banda Neira pada Hari Sabtu (11/07/26).
Kunjungan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, Sebagai bagian dari persiapan pengembangan infrastruktur strategis di kawasan kepulauan yang dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan bahari tersebut.
Dalam pengembangannya, pemerintah akan berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang runway bandara yang saat ini memiliki panjang sekitar 900 meter menjadi 2,2 kilometer.
Dengan landasan pacu yang lebih panjang, Bandara Banda Neira nantinya dapat didarati pesawat berkapasitas lebih besar dibandingkan saat ini. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas transportasi udara menuju Kepulauan Banda yang selama ini masih terbatas.
Peningkatan akses transportasi dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Banda Neira. Kawasan ini dikenal memiliki kekayaan sejarah rempah-rempah dunia, benteng peninggalan kolonial, serta destinasi wisata bawah laut yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pemerintah berharap kehadiran bandara dengan kapasitas lebih besar akan mempermudah mobilitas wisatawan, menekan biaya perjalanan, sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi masyarakat setempat.
Tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, proyek perpanjangan runway juga dipandang penting dari sisi mitigasi bencana. Kepulauan Banda berada di wilayah cincin api Pasifik yang memiliki tingkat aktivitas vulkanik cukup tinggi, termasuk keberadaan Gunung Api Banda yang sewaktu-waktu berpotensi mengalami peningkatan aktivitas.
Dengan fasilitas bandara yang lebih memadai, proses evakuasi warga saat terjadi keadaan darurat diharapkan dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, distribusi bantuan logistik, tenaga medis, hingga peralatan penanggulangan bencana juga akan lebih mudah dijangkau melalui jalur udara.
Pemerintah menilai penguatan infrastruktur transportasi di Banda menjadi langkah strategis untuk mendukung pembangunan kawasan wisata berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan daerah terhadap risiko bencana.
Perpanjangan runway Bandara Banda Neira pun diharapkan menjadi salah satu proyek penting yang mampu menghubungkan kebutuhan pengembangan ekonomi daerah dengan aspek keselamatan masyarakat di kawasan Kepulauan Banda.(TM-03)











