Topik Maluku.com, MALTENG– Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di Kelurahan Holo, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, hingga kini masih dalam tahap penyelesaian meski target operasionalnya tinggal menghitung hari.
Proyek strategis nasional dengan nilai anggaran sekitar Rp250 miliar yang bersumber dari APBN 2025/2026 tersebut merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo di bidang pendidikan.
Berdasarkan pantauan TopikMaluku.com di lokasi, Minggu (19/7/26). sejumlah bangunan utama telah berdiri, di antaranya gedung SD, SMP, SMA, gedung serbaguna, rumah susun guru, rumah ibadah, asrama putra dan putri, kantin, lapangan, dapur, serta gudang. Namun, beberapa fasilitas masih dalam proses penyelesaian.
Pekerjaan yang masih berlangsung terlihat pada sejumlah bangunan seperti mess siswa SMA, asrama putri, gedung serbaguna, rumah susun guru, dan kantin. Para pekerja masih melakukan pemasangan plafon, atap genteng, serta penyelesaian pekerjaan akhir di beberapa gedung.
Proyek yang mulai dikerjakan sejak Januari 2026 tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2026. Namun hingga saat ini aktivitas pembangunan masih berlangsung, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan seluruh fasilitas untuk digunakan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan keterlambatan penyelesaian proyek diduga dipengaruhi oleh kendala distribusi material bangunan yang didatangkan dari Surabaya menuju Kabupaten Maluku Tengah. Kondisi tersebut disebut berdampak pada jadwal penyelesaian beberapa pekerjaan konstruksi.
Di tengah proses pembangunan yang belum sepenuhnya rampung, sejumlah calon siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dikabarkan telah datang ke lokasi untuk mengikuti kegiatan pengenalan sekolah. Meski demikian, sebagian fasilitas masih dalam tahap pengerjaan sehingga belum seluruhnya siap digunakan.
Saat dikonfirmasi mengenai progres pembangunan, Pengawas Proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Maluku Tengah dari pihak pelaksana PT Nindya Karya, Amanudin Fajar, menolak memberikan keterangan kepada media terkait alasan belum rampungnya proyek yang ditargetkan selesai pada Juli 2026 tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak kontraktor dapat segera menuntaskan seluruh pekerjaan yang tersisa agar Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kelurahan Holo dapat segera difungsikan sesuai rencana dan memberikan layanan pendidikan yang layak bagi para peserta didik.(TM-03)











