AMBON Topik Maluku ; Polemik pola pembinaan senior-junior di SMA Negeri Siwalima Ambon belum sepenuhnya mereda. Namun, di tengah sorotan publik tersebut, sekolah justru tengah memasang target besar: mengantarkan siswa Maluku bersaing memperebutkan kursi di perguruan tinggi terbaik dunia.
Nama-nama kampus seperti University of Oxford, University of Cambridge hingga Stanford University kini masuk dalam radar tujuan pendidikan siswa Siwalima melalui Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT). 
Target tersebut menunjukkan ambisi besar sekolah untuk membawa peserta didik tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menembus panggung pendidikan global.
Namun, ambisi itu sekaligus menghadirkan tantangan lain. Sebab, upaya membangun sekolah berorientasi global harus berjalan beriringan dengan pembenahan persoalan internal, termasuk memastikan pola pembinaan siswa berlangsung aman, edukatif dan sesuai aturan.
Kepala SMA Negeri Siwalima Ambon, La Sini La Haya, mengatakan pihaknya kini berkonsentrasi menyiapkan sejumlah program prioritas untuk meningkatkan kualitas peserta didik sekaligus memperkuat kapasitas guru, tenaga kependidikan dan manajemen sekolah.
Program tersebut meliputi penguatan kemitraan strategis dengan perguruan tinggi, pengayaan SAT dan IELTS, riset kolaboratif, college counselor, personal branding hingga pengembangan jejaring pendidikan di dalam maupun luar negeri.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak didik kita dipersiapkan sehingga ketika peluang itu terbuka, mereka benar-benar siap memanfaatkannya,” kata La Sini.
Menurut dia, penguatan kapasitas tidak hanya diarahkan kepada siswa. Sedikitnya ada empat aspek yang menjadi perhatian, yakni siswa, guru, tenaga kependidikan dan manajemen sekolah.
Sejumlah perguruan tinggi nasional juga diarahkan untuk mendukung proses tersebut.
Institut Teknologi Bandung (ITB), misalnya, diarahkan pada penguatan riset kolaboratif dan STEM. Institut Pertanian Bogor (IPB) pada bootcamp regional dan penguatan karakter.
Sementara Universitas Padjadjaran (Unpad) diarahkan membantu persiapan dokumen pendukung aplikasi ke perguruan tinggi terbaik dunia. Universitas Indonesia (UI) diarahkan pada penguatan bahasa asing.
Bidik Kampus Dunia
Target Siwalima tidak berhenti pada perguruan tinggi dalam negeri.
Melalui program SUGT, siswa memiliki kesempatan memilih perguruan tinggi terbaik dunia yang masuk dalam daftar tujuan program tersebut.
Di antaranya University of Oxford, University of Cambridge, Stanford University, Imperial College London, University College London, National University of Singapore, Nanyang Technological University, University of Toronto, University of Melbourne hingga Wageningen University.
Daftar tersebut juga mencakup University of Edinburgh, University of Manchester, King’s College London, University of Glasgow, University of Auckland, TU Delft, University of Queensland dan sejumlah perguruan tinggi ternama lainnya.
Namun La Sini menegaskan, masuknya nama-nama kampus tersebut dalam daftar tujuan SUGT tidak berarti seluruhnya telah menjadi mitra langsung SMA Negeri Siwalima. 
“Kampus-kampus itu merupakan pilihan yang dapat dituju anak-anak Siwalima melalui program SUGT. Jadi, bukan berarti semuanya sudah menjadi mitra langsung sekolah,” jelasnya.
Bukan Sekadar Memajang Nama Oxford dan Stanford
La Sini menyadari bahwa mencantumkan nama kampus dunia dalam daftar tujuan tidak otomatis membuat siswa mampu menembus perguruan tinggi tersebut.
Tantangan sesungguhnya justru terletak pada kesiapan siswa untuk memenuhi standar seleksi yang sangat kompetitif.
Karena itu, sekolah mendorong penguatan akademik, kemampuan bahasa Inggris, karakter, kompetensi, prestasi, komunikasi hingga personal branding.
“Kita tidak boleh hanya bangga dengan nama-nama kampus yang ada dalam daftar. Ukurannya adalah sejauh mana anak-anak kita mampu bersaing dan benar-benar diterima di sana,” ujarnya.
Peluang tersebut juga diperkuat dengan hadirnya Beasiswa Garuda Sarjana 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program itu membuka kesempatan bagi putra-putri Indonesia berprestasi untuk melanjutkan pendidikan S1 maupun D4/Sarjana Terapan di perguruan tinggi terbaik dunia sesuai ketentuan program.
Bagi siswa Siwalima, skema tersebut dapat menjadi salah satu pintu untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Tetapi, jalannya tidak mudah.
Calon penerima beasiswa harus memenuhi berbagai persyaratan, termasuk rekam prestasi dalam tiga tahun terakhir, persyaratan akademik serta tes sesuai ketentuan.
Kemampuan bahasa Inggris juga menjadi faktor penting. Persyaratan dapat mencakup IELTS, TOEFL iBT atau PTE Academic, tergantung ketentuan program maupun kampus tujuan.
Dukungan pembiayaan diberikan untuk berbagai kebutuhan pendidikan sesuai ketentuan, mulai dari biaya kuliah dan pendaftaran, buku, transportasi, visa, asuransi kesehatan, biaya kedatangan hingga biaya hidup bulanan.
Polemik Senior-Junior Jadi Ujian Serius
Di tengah target besar tersebut, Siwalima masih menghadapi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting.
Sebelumnya, publik dihebohkan pemberitaan mengenai dugaan penganiayaan terhadap siswa junior di lingkungan SMA Negeri Siwalima Ambon.
Pihak sekolah kemudian melakukan penelusuran dan klarifikasi internal. Sekolah menyatakan informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang ditemukan.
Meski demikian, sekolah juga mengakui adanya persoalan dalam proses pembinaan yang dinilai telah berlebihan.
Sekolah menegaskan bahwa pembinaan harus dilakukan secara edukatif, terarah dan sesuai aturan, sekaligus tetap menghormati hak serta martabat peserta didik.
Persoalan tersebut menjadi ujian penting bagi Siwalima.
Sebab, ukuran sekolah unggul tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak siswanya yang mampu masuk perguruan tinggi ternama. Lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan mampu membentuk karakter siswa secara benar juga menjadi bagian penting dari kualitas sebuah sekolah.
Target Oxford, Cambridge hingga Stanford pada akhirnya bukan sekadar persoalan prestasi akademik.
Sekolah juga dituntut menunjukkan bahwa proses menuju prestasi tersebut dibangun melalui sistem pendidikan yang mampu melindungi siswa, mendidik tanpa kekerasan serta menghormati hak peserta didik.
La Sini menegaskan, proses pembinaan akan terus diperbaiki agar tujuan pendidikan dapat berjalan tanpa mengabaikan hak peserta didik.
“Kita ingin anak-anak memiliki prestasi, karakter dan daya saing. Tetapi semua itu harus dibangun dalam lingkungan pendidikan yang aman, mendidik dan menghormati peserta didik,” katanya.
Kini, dua agenda besar berjalan bersamaan di SMA Negeri Siwalima Ambon.
Membenahi pekerjaan rumah di dalam sekolah, sekaligus membuktikan bahwa siswa Maluku mampu bersaing hingga ke kampus-kampus terbaik dunia.












