Topik Maluku.com, BURSEL– Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 09 Namrole yang berada di Dusun Walafau, Kabupaten Buru Selatan, dilaporkan terhenti akibat aksi pemalangan sekolah yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian. Kondisi tersebut memicu keprihatinan berbagai pihak karena berdampak langsung terhadap hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan.
Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Buru Selatan menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurut mereka, peserta didik menjadi pihak yang paling dirugikan karena kehilangan kesempatan mengikuti proses belajar mengajar.
“Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar, bukan menjadi korban dari sebuah konflik. Selamatkan pendidikan, selamatkan masa depan Walafau,” demikian salah satu pernyataan Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Buru Selatan, Ismail Umasugi, yang diterima TopikMaluku.com, Kamis (6/8/2026).
Mereka menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dijamin oleh pemerintah. Karena itu, konflik yang terjadi tidak seharusnya menghambat aktivitas pendidikan di sekolah.
Aliansi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Buru Selatan segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri persoalan tersebut. Bupati Buru Selatan dinilai memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan seluruh anak di daerahnya tetap memperoleh akses pendidikan tanpa hambatan.
Selain Bupati, Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan juga diminta tidak tinggal diam. Instansi tersebut didorong segera berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, turun langsung ke lokasi, memediasi konflik, serta memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung.
Menurut Ismail, keterlambatan penyelesaian hanya akan memperbesar kerugian yang dialami para siswa. Setiap hari sekolah tidak beroperasi berarti waktu belajar anak-anak terus berkurang.
“Jangan biarkan anak-anak Walafau menjadi korban dari konflik yang bukan mereka ciptakan. Jangan biarkan ruang kelas terus kosong karena persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan melalui dialog dan kebijakan yang berpihak pada pendidikan,” tegasnya.
Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Buru Selatan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah yang adil, terukur, dan bertanggung jawab agar SD Negeri 09 Namrole dapat kembali menjalankan proses belajar mengajar secara normal.
Mereka menilai penyelesaian persoalan harus mengedepankan kepentingan peserta didik sebagai prioritas utama demi menjaga keberlangsungan pendidikan dan masa depan generasi muda di Kabupaten Buru Selatan.(TM-03)















