TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Prosesi Tiang Alif Masjid di Yainuelo Diwarnai Dugaan Pesta Joget Menjadi Sorotan Warga

Topik Maluku.com, MALTENG– Prosesi sakral kenaikan Tiang Alif Masjid Bani Haji Hasyim di Negeri Administratif Yainuelo, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), menuai sorotan. Acara yang awalnya berlangsung khidmat justru disebut berujung pada pesta joget Malam hari.

Informasi tersebut disampaikan salah satu warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan kepada TopikMaluku.com. Warga tersebut mengaku kecewa karena suasana yang semestinya diisi dengan kegiatan keagamaan justru berubah menjadi pesta hiburan pada malam harinya.

Menurut warga, rangkaian acara awalnya berlangsung dengan tarian Salendang. Suasana kemudian disebut berubah setelah sejumlah orang yang memerintahkan agar kegiatan dilanjutkan dengan pesta joget.

“Awalnya bermula dari tarian Salendang. Tetapi tiba-tiba ada oknum-oknum yang kemudian memerintahkan pesta joget,” ujar warga tersebut saat dihubungi TopikMaluku.com, Rabu (10/9/2026).

Warga itu menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan dalam momentum yang berkaitan erat dengan rumah ibadah. Terlebih, prosesi kenaikan Tiang Alif merupakan bagian penting dari rangkaian pembangunan dan peresmian simbol keagamaan bagi masyarakat setempat.

“Ternoda. Kami sangat menyayangkan kejadian itu. Prosesi Tiang Alif adalah kegiatan sakral, seharusnya dihormati, bukan justru diikuti dengan pesta joget,” katanya.

Prosesi kenaikan Tiang Alif Masjid Bani Haji Hasyim sebelumnya berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan. Masyarakat Negeri Yainuelo bergotong royong dan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dengan lantunan selawat.

Namun, menurut warga tersebut, suasana berubah ketika malam tiba. Panggung hiburan yang semula menjadi bagian dari kegiatan masyarakat disebut kemudian berubah menjadi arena joget.

Warga menilai kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena terjadi di tengah momentum keagamaan dan berada di lingkungan yang berdekatan dengan rumah ibadah.

“Kami sangat terluka dan mengecam keras perilaku seperti itu. Mengadakan pesta joget di malam yang sama dengan kenaikan Tiang Alif adalah tindakan yang tidak menghormati kesucian Masjid Bani Haji Hasyim,” tegasnya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan di Negeri Yainuelo.

Menurutnya, hiburan masyarakat tetap dapat digelar, tetapi harus memperhatikan norma adat, agama dan ketertiban umum, terlebih ketika berlangsung bertepatan dengan momentum keagamaan.

“Jangan sampai karena ulah beberapa orang, nama baik Negeri Yainuelo dan kesakralan masjid ikut tercoreng,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pengurus Masjid Bani Haji Hasyim, pemerintah Negeri Administratif Yainuelo maupun pihak kepolisian terkait dugaan pesta joget dalam kegiatan tersebut.(TM-03)

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !