Topik Maluku.com, MALTENG– Seorang prajurit TNI asal Negeri Tehua, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, Pratu Andi Syarif Bugis (Hayoto-Usemahu), dikabarkan mengalami kondisi kritis hingga koma setelah diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan satuannya.
Peristiwa dugaan kekerasan tersebut disebut terjadi pada 3 Oktober 2026 di lingkungan satuan Brigif 26 Bintuni, Papua Barat. Keluarga korban baru mengetahui kondisi Andi pada 4 Oktober 2026 setelah korban disebut telah berada dalam kondisi kritis.
Informasi yang beredar menyebutkan korban saat ini menjalani perawatan di RSUD Bintuni dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian dari Ketua GP Ansor Kabupaten Maluku Tengah, Salfin Kelian. Ia mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang disebut dilakukan oleh senior terhadap prajurit di lingkungan TNI.
“Ketua GP Ansor Maluku Tengah mengutuk keras tindakan kekerasan yang berlebihan oleh senior di tubuh organisasi TNI, khususnya yang terjadi di Brigif 26 Bintuni Papua Barat,” demikian pernyataan Ketua GP Ansor Maluku Tengah.
GP Ansor Maluku Tengah juga meminta Panglima TNI dan Pangdam XVII/Cenderawasih segera mengambil langkah serius untuk memastikan kasus tersebut ditangani secara transparan serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Bukan hanya itu, Bahkan Pihak keluarga meminta agar kronologi dugaan kekerasan terhadap Pratu Andi Syarif Bugis dapat diungkap secara terbuka. Keluarga juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Selain itu, keluarga berharap hak korban mendapatkan perlindungan serta memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
Ada lima tuntutan yang disampaikan keluarga, yakni pengungkapan kronologi secara transparan, pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak yang terlibat, perlindungan hak korban dan keluarga, informasi resmi mengenai perkembangan kasus, serta penegakan hukum secara adil.
“Di balik seragamnya, ada seorang anak, saudara, dan keluarga yang menunggu kepulangannya,” demikian pesan keluarga.
Hingga berita ini ditulis, identitas pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut belum diketahui. Keluarga juga disebut belum memperoleh informasi lengkap mengenai kronologi kejadian.
Kasus ini diharapkan dapat ditangani melalui mekanisme hukum dan pemeriksaan internal TNI secara transparan untuk memastikan fakta sebenarnya serta memberikan kepastian hukum bagi korban dan keluarganya.(TM-03)
Catatan Redaksi: Informasi mengenai dugaan penganiayaan, pelaku, kronologi, dan kondisi korban masih berdasarkan keterangan yang beredar dari pihak keluarga serta pernyataan GP Ansor. Konfirmasi resmi dari pihak TNI terkait kejadian tersebut masih diperlukan.













