TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMaluku

Walpri Gubernur Maluku viral Usai Dugaan Rasis, Alhidayat Wajo: Kalau Tidak Baik,  Evaluasi Atau Copot Saja

Oplus_131072

Topik Maluku.com, AMBON– Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, mendesak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengevaluasi hingga mencopot pengawal pribadinya yang diduga terlibat dalam video viral berisi ujaran bernada rasis terhadap seorang mahasiswa.

Alhidayat menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan tugas pengamanan, tetapi juga menyangkut etika seorang petugas yang melekat langsung pada pejabat negara.

Menurutnya, pengawal pribadi gubernur harus mampu menjaga sikap dan berkomunikasi secara baik ketika berhadapan dengan masyarakat, termasuk mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi.

“Harus dan wajib, karena secara etika tidak masuk. Etika pemerintahannya itu kan dia jadi ajudan, jabatannya melekat membawa pejabatnya,” kata Alhidayat kepada wartawan di Ambon, Rabu (19/8/2026).

Video yang menjadi sorotan publik itu disebut direkam saat rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Ambon, Senin (17/8/2026).

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, seorang pria yang disebut berada dalam lingkaran pengamanan Gubernur Maluku terlihat terlibat cekcok dengan seorang mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Hendrik Lewerissa.

TopikMalukuTopikMaluku

Alhidayat meminta petugas pengamanan mengedepankan pendekatan persuasif ketika menghadapi masyarakat. Menurutnya, perbedaan pendapat maupun penyampaian aspirasi tidak semestinya direspons dengan sikap yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.

“Tidak bisa serta-merta begitu. Bisa bicara baik-baik, persuasif begitu. Tapi kalau secara etika tidak bisa dipakai, harus diganti,” tegasnya.

Dia menilai tindakan pengamanan tidak boleh sampai menimbulkan kesan bahwa masyarakat direndahkan.

Terlebih, kata Alhidayat, pengawal pribadi merupakan bagian dari lingkungan terdekat seorang pejabat. Karena itu, perilaku petugas yang melekat pada gubernur secara tidak langsung dapat memengaruhi citra pejabat maupun Pemerintah Provinsi Maluku.

Dugaan ujaran bernada rasis dalam video tersebut kemudian memicu sorotan publik. Sejumlah organisasi mahasiswa juga meminta Pemprov Maluku memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

Alhidayat menegaskan evaluasi terhadap personel pengamanan perlu segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kalau memang secara etika tidak bisa menjalankan tugas dengan baik, ya harus diganti,” tandasnya.(TM-03)

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.
TopikMaluku

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !