TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMaluku

Saadiah Uluputty Bongkar “Senjata Rahasia” Maluku: 600 Sarjana Siap Guncang Pembangunan Daerah

AMBON Topik Maluku ; Maluku ternyata menyimpan kekuatan besar yang selama ini belum sepenuhnya dimaksimalkan. Sebanyak 600 sarjana yang tergabung dalam paguyuban masyarakat asal negeri-negeri di Maluku disebut sebagai “senjata rahasia” untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.                                

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku, Saadiah Uluputty, menegaskan bahwa paguyuban bukan sekadar tempat berkumpul atau melepas rindu. Menurutnya, paguyuban dapat menjadi pusat lahirnya gagasan, program, hingga aksi nyata untuk menjawab berbagai persoalan Maluku.

“Kalau mau dibilang sinkron ataupun harmonisasi, tempat berkumpulnya atau tempat berorganisasinya masyarakat itu ada di dalam apa yang disebut dengan paguyuban,” kata Saadiah.

Ia menyebut, meski berada jauh dari negeri atau desa asal, masyarakat tetap bisa berhimpun, menyatukan kekuatan, dan membahas berbagai persoalan bersama melalui paguyuban.

Mulai dari pendidikan, penguatan ekonomi, stabilitas keamanan, hingga persoalan kekeluargaan dan sosial, seluruhnya dapat dibahas dan dikerjakan melalui wadah tersebut.

“Dari perhimpunan-perhimpunan ini mereka berpikir tentang beberapa persoalan, beberapa kebutuhan, baik itu menyangkut pendidikan, kemajuan ekonomi, stabilitas keamanan, maupun bagaimana peran dalam persoalan kekeluargaan dan silaturahmi,” ujarnya.

TopikMalukuTopikMaluku

Saadiah menegaskan, paguyuban juga menjadi instrumen penting dalam menjalankan kerja sosial sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan masyarakat Maluku yang tersebar di berbagai wilayah.

Ia mendorong pemerintah agar tidak lagi memandang paguyuban sebelah mata. Menurutnya, organisasi tersebut merupakan kekuatan sosial yang bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Maluku.

Sebagai anggota DPR RI, Saadiah mengaku akan terus memberikan dukungan dan apresiasi terhadap organisasi masyarakat berbasis negeri. Ia juga akan menyampaikan kepada pemerintah bahwa paguyuban merupakan bagian penting dari kekuatan pembangunan daerah.

“Ini baik dalam tatanan bicara tentang Maluku yang damai, Maluku yang maju, Maluku yang punya wawasan kemajuan. Ini juga ciri kepulauan,” katanya.

600 Sarjana Jadi “Amunisi” Besar Maluku

Saadiah turut menyoroti potensi sumber daya manusia yang dimiliki sejumlah paguyuban negeri di Maluku. Ia menyebut keberadaan sekitar 600 sarjana dalam salah satu paguyuban sebagai modal besar yang tidak boleh dibiarkan menganggur.

“Kalau di sini tadi yang disampaikan 600-an sarjana, lumayan ya. Sebenarnya ini satu modal besar bagi kantong di Maluku,” ujarnya.

Menurutnya, jika setiap negeri mampu membangun wadah organisasi serupa dan menghimpun potensi anak negeri, Maluku akan memiliki jaringan sumber daya manusia yang sangat kuat.

Potensi tersebut dapat diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi negeri asal maupun Maluku secara keseluruhan.

“Jika setiap negeri bikin wadah-wadah seperti ini, maka sudah tentu kita harapkan ini menjadi modal untuk bisa berkumpul,” katanya.

Ia menekankan, keberagaman organisasi dan paguyuban jangan sampai dianggap sebagai sumber perbedaan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan sosial yang dipersatukan untuk mencapai tujuan bersama.

Saadiah Tegaskan Ambon Milik Semua Orang

Saadiah juga mengaitkan keberadaan berbagai paguyuban dengan posisi Kota Ambon sebagai ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai negeri dan daerah di Maluku.

Menurutnya, masyarakat yang datang dari berbagai daerah dan menetap atau beraktivitas di Ambon harus membangun rasa memiliki terhadap kota tersebut.

“Ambon ini milik semua orang. Semua yang datang di sini harus bisa menjadikan Ambon ini sebagai rasa kebersamaan, rasa punya Ambon, dan tentu harus berkontribusi untuk kebaikan semua orang yang ada di sini,” tegasnya.

Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan karakter Maluku sebagai wilayah kepulauan. Masyarakat dari berbagai pulau dan negeri dapat bertemu, berhimpun, lalu menyatukan gagasan di pusat aktivitas seperti Kota Ambon.

Karena itu, paguyuban harus mampu menjadi jembatan antara identitas asal dan semangat kebersamaan sebagai bagian dari masyarakat Maluku.

Bersatu, Bergerak, dan Berkarya untuk Maluku

Saadiah juga mengapresiasi tema kegiatan paguyuban, yakni “Bersatu dalam Semangat Persaudaraan, Berkarya untuk Kemajuan Maluku Menuju Indonesia Emas.”

Ia menilai tema tersebut memiliki orientasi kuat karena tidak berhenti pada kepentingan internal organisasi, tetapi mengarah pada tujuan yang lebih besar, yakni kemajuan Maluku dan kontribusi bagi Indonesia.

“Ini satu tema atau kalau mau dibilang orientasi tujuan yang luar biasa. Dari satu paguyuban punya tema yang Indonesia, Indonesia Emas, Maluku maju,” ujarnya.

Menurut Saadiah, seluruh anggota paguyuban harus berada dalam satu semangat: menjaga persaudaraan, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.

Dengan demikian, paguyuban tidak hanya menjadi tempat mengenang negeri asal, tetapi juga dapat berubah menjadi kekuatan kolektif yang melahirkan gagasan, program, dan gebrakan nyata bagi Maluku.

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.
TopikMaluku

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !