TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Atasi Krisis Air Di Desa Keffing, BWS Maluku Cari Solusi Permanen

Bantuan air bersih menjadi respons awal, sementara survei sumber air disiapkan untuk mengatasi krisis yang berulang.

AMBON, TOPIKMALUKU | Krisis air bersih yang berlangsung sekitar satu bulan di Desa Keffing, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mendorong Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku mengambil langkah cepat. Pada Kamis (27/8/2026), sebanyak 3.513 liter air bersih dikirim menggunakan speedboat untuk memenuhi kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga atau 639 jiwa.

Pengiriman dilakukan dari Desa Aernanang di Pulau Seram menuju Keffing di Pulau Keffing dengan jarak sekitar 8 kilometer. BWS Maluku melaksanakan distribusi setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten SBT.

Kekeringan membuat sumber air warga semakin terbatas. Sebagian masyarakat bahkan masih mengandalkan air hujan, sedangkan warga lain harus mengeluarkan biaya untuk menyewa speedboat pulang-pergi guna memperoleh air dari wilayah lain.

“Distribusi bantuan air bersih yang kami lakukan hari ini sebagai bentuk respons terhadap krisis air bersih yang dialami masyarakat Negeri Keffing akibat kemarau ekstrem,” kata Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik.

Ruslan menjelaskan, distribusi tersebut merupakan bagian dari respons cepat Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan BWS Maluku. Penanganan dilakukan berdasarkan arahan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold Ritiauw untuk mengantisipasi dampak kekeringan di daerah.

“Langkah ini kami lakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah di Provinsi Maluku,” kata Ruslan.

Persoalan air bersih tidak hanya terjadi di Keffing. Pada periode yang sama, BWS Maluku menyalurkan 4.000 liter air ke RT 05 Desa Pasahari, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah, serta 18.000 liter ke Dusun Nahel, Gunung Nona, Negeri Amahusu, Kota Ambon.

Di Keffing, bantuan darurat tersebut mendapat respons positif masyarakat. Pasokan air dinilai membantu meringankan kebutuhan warga ketika kemarau membatasi ketersediaan sumber air.

Namun, distribusi air dengan transportasi laut memiliki keterbatasan. Karena itu, BWS Maluku berencana mengirim tim survei untuk mendeteksi potensi sumber air tanah maupun sumber air lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Langkah survei menjadi penting karena persoalan kekurangan air bersih di Keffing disebut berulang ketika musim kemarau tiba. Jika potensi sumber air dapat ditemukan dan dikembangkan, ketergantungan masyarakat terhadap pasokan air yang harus diangkut dari wilayah lain dapat dikurangi.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Pak Menteri PU, Pak Arnold selaku Dirjen SDA dan BWS Maluku karena sudah memberikan perhatiannya atas bencana krisis air bersih yang dialami warga kami,” ujar Sekretaris Negeri Keffing, Baharudin Mau.

BWS Maluku menegaskan penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. Pemantauan kondisi lapangan, koordinasi lintas pemerintah, pencarian sumber air, dan penanganan jaringan irigasi menjadi bagian dari upaya menghadapi dampak kemarau di Maluku.

Dengan kondisi kekeringan yang masih berlangsung, keberhasilan penanganan selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah memastikan pasokan darurat sekaligus membangun akses sumber air yang berkelanjutan. Bagi warga Keffing, bantuan 3.513 liter menjadi respons awal, tetapi pencarian sumber air permanen menjadi kebutuhan yang lebih mendesak. (TM)

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !