Topik Maluku.com, MALTENG– Direktur RSUD Masohi akhirnya buka suara terkait kabar kekosongan gas oksigen untuk pasien bayi yang sebelumnya diberitakan TopikMaluku.com dan memicu sorotan masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah.
Isu tersebut beredar setelah keluarga pasien mengeluhkan keterbatasan oksigen di ruang perawatan, termasuk untuk kebutuhan bayi yang memerlukan alat bantu napas. Informasi itu kemudian ramai diperbincangkan warga dan memunculkan kekhawatiran soal kesiapan fasilitas rumah sakit daerah tersebut.
Kepada TopikMaluku.com, Direktur RSUD Masohi Anang Rumuar menjelaskan bahwa mesin oksigen rumah sakit sempat mengalami gangguan teknis, namun kini telah kembali berfungsi normal.
“Mesin kembali normal setelah direktur mengarahkan tim melakukan perbaikan,” ujar Anang dalam pesan singkat yang diterima pada Sabtu malam dini hari, 28 Februari 2025.
Ia menyebutkan, perbaikan dilakukan sejak pagi dan sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WIT mesin dinyatakan kembali beroperasi. Menurut dia, kebutuhan oksigen di RSUD Masohi memang cukup tinggi, menyesuaikan dengan jumlah pasien yang membutuhkan terapi oksigen setiap hari.
“Kebutuhan oksigen cukup banyak sesuai dengan jumlah pasien yang membutuhkan,” katanya.
Anang juga menjelaskan bahwa pada hari terjadinya gangguan, sedang dilakukan perawatan (maintenance) terhadap sistem oksigen. Kondisi itu, menurut dia, membuat rumah sakit harus menambah pasokan dari luar.
“Dalam setiap hari, termasuk hari ini, ada maintenance perbaikan oksigen sehingga memungkinkan adanya tambahan kebutuhan oksigen untuk pasien. Kita beli di Makariki dan beberapa penjual oksigen,” ujarnya.
Ia memastikan pihak rumah sakit tetap berupaya memenuhi kebutuhan pasien, termasuk dengan pembelian tabung oksigen tambahan dari luar fasilitas rumah sakit jika diperlukan.
Terkait informasi adanya keluarga pasien yang membeli sendiri tabung oksigen di luar, Anang tidak merinci lebih jauh, namun menegaskan bahwa manajemen berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan.
Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui secara terpisah mengaku khawatir atas kabar tersebut, mengingat oksigen merupakan kebutuhan vital, terutama bagi bayi dan pasien dengan gangguan pernapasan. Mereka berharap manajemen RSUD Masohi melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan tambahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah terkait mekanisme pengawasan dan standar operasional ketersediaan oksigen di fasilitas kesehatan daerah.(TM-03)















