TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Wakil Gubernur Maluku Tegaskan Pendidikan Harus Jadi Gerakan Bersama, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Pemerintah

Topik Maluku.com, MALTENG—Universitas Dr. Djar Wattiheluw Maluku Tengah menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Strata Satu Tahun Akademik 2025–2026. Di Baileo Ir. Soekarno. Kegiatan penuh khidmat ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Bupati Maluku Tengah, unsur Forkopimda, Ketua LLDikti Wilayah, serta jajaran rektorat dan keluarga besar universitas.

Dalam pidatonya, Wakil Gubernur Abdullah Vanath menyampaikan pesan kuat tentang makna pendidikan dan peran besar universitas dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Maluku. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dipandang sempit hanya sebagai jalan menjadi pegawai negeri, tetapi harus menjadi gerakan besar yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Jangan menyempitkan makna kesuksesan. Kesuksesan itu bukan hanya lewat jalur ASN, tapi justru di luar kantor pemerintahan banyak peluang besar yang menanti anak-anak kita,” tegas Vanath di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, Selasa (11/11/2025).

Dalam analoginya, Vanath menggambarkan universitas sebagai sebuah “pabrik” yang memproduksi orang-orang cerdas dan berintegritas. Ia menilai kualitas lulusan harus menjadi fokus utama, layaknya industri yang menghasilkan produk terbaik untuk masyarakat.

“Pendidikan itu seperti pabrik yang memproduksi manusia berkualitas. Kalau pabrik makanan menciptakan gizi, maka universitas memproduksi akal dan karakter,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat (trust) terhadap perguruan tinggi adalah hal krusial yang menentukan eksistensi lembaga pendidikan. Kepercayaan itu, lanjutnya, dibangun lewat kualitas manajemen, mutu pendidikan, dan dukungan nyata dari pemerintah daerah.

Abdullah Vanath mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang terus mendorong pengembangan pendidikan lokal. Ia menilai keberadaan universitas seperti Dr. Djar Wattiheluw bukan hanya berperan dalam mencerdaskan bangsa, tetapi juga memberi efek langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Bayangkan, kalau ada seribu mahasiswa di universitas ini dan setiap bulan mereka belanja dua juta rupiah untuk kebutuhan harian, maka perputaran uangnya mencapai dua miliar rupiah per bulan di wilayah ini. Ini kontribusi besar terhadap ekonomi daerah,” jelas Vanath.

Karena itu, ia menilai penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan agar masyarakat tak perlu mengirim anak-anaknya kuliah jauh ke luar daerah.

Dalam orasinya, Vanath  juga menekankan bahwa pendidikan bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan sosial yang melibatkan masyarakat, swasta, hingga dunia usaha.

“Pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, tapi gerakan bersama seluruh masyarakat. Karena dari pendidikan, lahir sektor-sektor usaha baru yang menumbuhkan ekonomi lokal,” katanya.

Ia mencontohkan, meningkatnya jumlah mahasiswa otomatis membuka peluang bisnis kos-kosan, warung makan, hingga transportasi lokal yang menambah nilai ekonomi masyarakat sekitar kampus.

Selain soal pendidikan, Wakil Gubernur juga menyinggung pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan di Maluku. Ia mengingatkan agar pengalaman kelam masa konflik tak terulang lagi dan generasi muda bisa tumbuh dalam lingkungan yang damai.

“Mari kita jaga Maluku agar tetap aman, damai, dan harmonis. Dengan begitu, orang tua di kabupaten dan kota tidak perlu lagi menyekolahkan anaknya jauh-jauh ke Jawa,” pesannya.

Dalam bagian akhir pidatonya, Vanath membagikan kisah pribadi yang menyentuh. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana di Seram Timur, dibesarkan oleh seorang ibu janda yang membiayai hidup dengan menjual sagu dan ikan. Namun berkat pendidikan dan kerja keras, kini ia bisa berdiri sebagai Wakil Gubernur.

“Saya anak Seram Timur, ibu saya janda. Dengan menjual sagu dan ikan, saya bisa sekolah di Madrasah Sanawiyah Masohi, lalu kuliah, dan hari ini saya berdiri sebagai Wakil Gubernur Maluku. Jadi, kalian semua punya harapan besar,” ujar Fanath penuh haru.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak mudah tergoda pada citra kemapanan pegawai negeri. Menurutnya, dunia kerja ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan digitalisasi.

“Tahun 2035, setengah tenaga kerja manusia akan digantikan oleh teknologi. Karena itu, teruslah belajar dan beradaptasi. Dunia sedang berubah, dan kalian adalah generasi yang akan menentukannya,” tutup Vanath.

Sidang Senat Terbuka Universitas Dr. Djar Wattiheluw tahun ini menjadi momentum berharga, bukan hanya bagi para wisudawan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Maluku Tengah yang menaruh harapan besar pada pendidikan sebagai kunci masa depan daerah.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku
error: Konten Dilindungi !