TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMaluku

Cegah Konflik Akhir Tahun di Ambon, DEMA UIN AM Sangadji Temui Dirintelkam Polda Maluku

Topik Maluku.com, AMBON– Presiden Mahasiswa UIN Abdul Muthalib Sangadji (UIN AM Sangadji) Ambon, Muhammad Ali Souwakil, bersama sejumlah jajaran kementerian Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) menemui Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Maluku, Kombes Pol Darmawan Dwiharyanto, untuk membahas upaya pencegahan konflik sosial di Kota Ambon. Pada Selasa (20/10/26).

Dalam pertemuan tersebut, DEMA UIN AM Sangadji menyoroti potensi konflik sosial yang dinilai perlu diantisipasi menjelang akhir tahun, khususnya di kawasan STAIN, Jalan Tirmidzi Taher, Ambon.

Mahasiswa menilai, konflik sosial di Maluku tidak bisa hanya dilihat sebagai pertikaian antarwarga atau antarkelompok. Persoalan tersebut juga perlu dikaji dari aspek struktural, ketidakadilan, lemahnya pengawasan, benturan kepentingan, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Presiden Mahasiswa UIN AM Sangadji, Muhammad Ali Souwakil, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga kerukunan hidup orang basudara di Kota Ambon.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami menyadari peran dan tanggung jawab sosial sebagai mahasiswa dalam merawat kerukunan hidup orang basudara, khususnya di Kota Ambon. Sebagai mitra kritis institusi kepolisian, tidak boleh ada sekat, batasan, maupun kebencian dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” demikian sikap yang disampaikan dalam audiensi tersebut.

DEMA UIN AM Sangadji juga menyoroti pola konflik yang, menurut pengamatan mereka, kerap terjadi menjelang akhir tahun di kawasan STAIN, Jalan Tirmidzi Taher. Mereka berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada tahun ini.

Mahasiswa meminta aparat kepolisian meningkatkan langkah antisipasi dengan membaca perkembangan situasi di lapangan dan memetakan potensi konflik sejak dini.

Mereka menilai, langkah pencegahan perlu dilakukan sebelum ketegangan berkembang menjadi bentrokan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam audiensi itu, Souwakil menyampaikan bahwa masukan dan saran mahasiswa telah diterima. Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya telah ada langkah pemetaan untuk memitigasi dan mencegah potensi konflik sosial di Kota Ambon maupun wilayah Maluku secara umum.

Selain mendorong penguatan pemetaan keamanan, DEMA UIN AM Sangadji meminta Direktorat Intelkam Polda Maluku menginisiasi sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan STAIN.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian warga terhadap pentingnya menjaga kerukunan, sekaligus mencegah munculnya konflik di lingkungan setempat.

Bagi mahasiswa, audiensi tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi kelembagaan, melainkan ruang untuk membicarakan persoalan keamanan dan masa depan kehidupan masyarakat Maluku.

Mereka menegaskan, upaya menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab negara dan aparat penegak hukum. Masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, juga memiliki peran penting dalam merawat kedamaian dan kerukunan.

DEMA UIN AM Sangadji berharap komunikasi antara mahasiswa dan kepolisian terus diperkuat agar berbagai gejala konflik dapat direspons secara cepat, tepat, dan terukur sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.(TM-03)

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !