TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMaluku

Kebakaran Lahan di Pasahari Meluas, 50 Hektare Terbakar hingga Kebun Warga

Topik Maluku.com, MALTENG— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Negeri Pasahari, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Api yang awalnya membakar kawasan hutan alang-alang di sekitar Taman Nasional Manusela merembet hingga ke perkebunan kelapa milik warga.

Kapolsek Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, AKP Fahrul Sabban, S.Hi., M.H., saat dihubungi TopikMaluku.com, mengatakan kebakaran mulai terjadi sejak Selasa (25/8/2026) siang.

“Api sudah terbakar sejak Selasa siang di sekitar hutan alang-alang Taman Nasional Manusela. Warga bersama pegawai Balai Taman Nasional Manusela sudah berupaya memadamkan api hingga pukul 23.00 WIT,” kata Fahrul.

Namun, upaya pemadaman terkendala kondisi alang-alang yang kering. Api kemudian kembali menjalar hingga memasuki lahan perkebunan kelapa milik warga Negeri Pasahari pada Rabu (26/8).

Salah satu kebun warga yang terdampak diketahui milik Roni Ipanama. Hingga kini, jumlah pohon kelapa yang terbakar belum dapat ditaksir.

“Api merembet ke lahan kebun kelapa milik warga. Untuk jumlah pohon kelapa yang terbakar belum bisa ditaksir,” ujarnya.

TopikMalukuTopikMaluku

Fahrul menyebut luas areal yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare. Sementara jarak titik kebakaran dengan permukiman warga Negeri Pasahari sekitar 1 kilometer.

Menurutnya, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi cuaca panas, kemarau, angin kencang, serta banyaknya alang-alang kering diduga membuat api cepat menyebar.

Muspika Kecamatan Seram Utara bersama aparat dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Mereka terdiri dari Camat Seram Utara A.S. Ohorella, Kapolsek Wahai AKP Fahrul Sabban, Danramil 1502-05 Wahai Iptu Nujum, personel Polsek Wahai, personel Koramil 1502-05 Wahai, pegawai Kecamatan Seram Utara, Balai Taman Nasional Manusela, serta warga Negeri Pasahari.

Pemadaman dilakukan dengan peralatan seadanya. Warga dan petugas menggunakan dahan serta ranting pohon untuk memukul dan memadamkan kobaran api.

“Peralatan yang digunakan masih seadanya, berupa dahan dan ranting pohon untuk memadamkan api,” jelas Fahrul.

Pada Rabu sekitar pukul 15.40 WIT, api yang berada di kebun kelapa warga berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Meski demikian, masih terdapat bara dari sejumlah pohon yang terbakar.

Warga pun masih bertahan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Fahrul mengatakan kondisi kemarau, angin kencang, dan vegetasi alang-alang yang kering menjadi tantangan dalam proses pemadaman.

Selain itu, keterbatasan peralatan pemadaman juga membuat penanganan karhutla di wilayah tersebut tidak mudah.

“Warga masyarakat masih standby di lokasi kebakaran untuk mengantisipasi jangan sampai muncul lagi titik api,” katanya.

Dia menambahkan kondisi serupa juga menjadi perhatian karena kebakaran masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Seram Utara dan sekitarnya akibat musim kemarau.

Pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering.(TM-03)

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.
TopikMaluku

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !