TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMalukuTopikMaluku

SMNSA Tantang Pemda SBB, Fekry: Pelabuhan Terpadu Maluku Harus Dikembalikan ke Waisarissa

Topik Maluku.com, SBB– Keputusan pembatalan pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) di Waisarissa memicu reaksi dari kalangan mahasiswa. Ketua Saka Mese Nusa Student Association (SMNSA), Fekry Salim Hehanussa, menantang Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk memperjuangkan agar proyek tersebut dialihkan kembali ke wilayah itu.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengumumkan rencana pembangunan pelabuhan terpadu di Waisarissa dibatalkan. Pemerintah provinsi belum merinci lokasi pengganti proyek yang digadang-gadang sebagai salah satu infrastruktur strategis di Maluku tersebut.

Fekry mengatakan, Waisarissa memiliki posisi geografis yang dinilai strategis untuk mendukung fungsi pelabuhan terpadu. Ia menyebut wilayah itu berada pada jalur penghubung sejumlah kabupaten di Pulau Seram dan relatif dekat dengan jalur perdagangan internasional.

“Waisarissa bukan hanya strategis secara geografis, tetapi juga memiliki nilai historis sebagai simpul konektivitas. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru,” kata Fekry dalam pernyataan tertulis, Kamis, 27 Februari 2026 yang di Terima TopikMaluku.com.

Menurut dia, pembangunan MIP di Waisarissa berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor perikanan dan perdagangan. Ia menilai Pemerintah Kabupaten SBB seharusnya mengawal proyek tersebut dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang wilayah.

Fekry juga menyoroti polemik yang muncul setelah rencana pembangunan di Waisarissa dibatalkan. Ia meminta pemerintah daerah dan provinsi membuka hasil kajian teknis, studi kelayakan, serta analisis dampak lingkungan kepada publik.

“Transparansi penting agar masyarakat mengetahui dasar pengambilan keputusan,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut proyek pelabuhan terpadu bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi bagian dari upaya transformasi ekonomi Maluku, khususnya Pulau Seram yang selama ini dinilai belum terhubung optimal dengan pusat pertumbuhan ekonomi. SMNSA, kata dia, akan terus mengawal isu tersebut melalui diskusi publik dan penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah.

Sementara itu, hingga Jumat dini hari, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan mahasiswa tersebut. Sejumlah pihak di lingkungan pemerintah daerah menyatakan penentuan lokasi MIP masih mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk faktor teknis, sosial, dan ekonomi.

Pemerintah provinsi juga belum menyampaikan secara rinci alasan pembatalan pembangunan di Waisarissa maupun perkembangan terbaru proyek Maluku Integrated Port.

Perdebatan mengenai lokasi pelabuhan ini mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap proyek tersebut sebagai salah satu pengungkit pembangunan ekonomi di kawasan Maluku.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !