Ambon,
– Dunia maya Kota Ambon dibuat gaduh dengan munculnya dua unggahan tajam dari akun Facebook bernama Deo Farah. Dalam unggahan yang diposting pada 1 Mei 2025 pukul 23.01 WIT, pemilik akun secara gamblang menyebut nama Nicolas Tugara, pimpinan dari perusahaan konstruksi CV. BARESTU, sebagai pihak yang diduga membawa kabur uang perusahaan.
Dalam unggahan pertama, Deo Farah mencantumkan identitas lengkap perusahaan, bahkan menyertakan nomor registrasi CV. BARESTU. Unggahan itu juga disertai permintaan kepada siapa pun yang melihat keberadaan Nicolas Tugara untuk segera menyampaikan agar yang bersangkutan mengembalikan dana perusahaan yang diduga digelapkan.
Belum selesai publik mencerna unggahan tersebut, muncul unggahan kedua yang lebih keras. Nama anak dari Nicolas Tugara, Olivia Pattiselano, pemilik usaha Livia Partyplanner dan LiviaThriftshop, ikut disebutkan dalam postingan tersebut. Postingan kedua itu menyebutkan bahwa bukan hanya Nicolas, namun satu keluarga disebut telah membawa kabur uang perusahaan.
CV. BARESTU sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan konstruksi yang cukup aktif di Kota Ambon dalam beberapa tahun terakhir. Namun, setelah unggahan ini viral, kredibilitas perusahaan pun ikut dipertanyakan. Tidak sedikit masyarakat yang merasa kecewa, terlebih jika kabar ini terbukti benar.
Menariknya, penyebutan nama anak dan usahanya dalam narasi kedua menunjukkan bahwa persoalan ini mungkin lebih kompleks dari sekadar urusan internal perusahaan. Dugaan adanya upaya pelarian, keluarga besar pun mulai ramai dibicarakan.
Publik menunggu klarifikasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Nicolas Tugara, Olivia Pattiselano, ataupun pihak CV. BARESTU terhadap postingan tersebut.
Kasus seperti ini menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan bisnis, terlebih di sektor konstruksi yang kerap kali melibatkan nilai uang yang tidak kecil. Warganet juga mulai mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan internal perusahaan sehingga bisa kecolongan jika benar ada penggelapan. (*)

















