Topik Maluku.com, MALTENG– Ayah kandung dari perempuan yang disebut dalam pemberitaan dugaan anggota Polisi Perairan dan Udara (Polairud) di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, menghamili seorang perempuan berusia 23 tahun, akhirnya angkat bicara.
Pihak keluarga dengan tegas membantah informasi yang menyebut perempuan tersebut sedang hamil hingga tujuh bulan seperti yang ramai beredar di tengah masyarakat dan sejumlah media sosial.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada wartawan melalui Via Telepon, keluarga menyatakan bahwa perempuan yang dimaksud saat ini berada dalam kondisi sehat dan tidak sedang hamil.
“Berita itu tidak benar, Betul-betul hoaks saja. Dia sekarang ada di sini dalam keadaan baik-baik,” ujar Ayah kandung Keluarga perempuan pada, Jum’at (19/6)26).
Pernyataan tersebut sekaligus membantah informasi yang sebelumnya menyebut adanya dugaan hubungan antara seorang oknum anggota Polairud dengan perempuan tersebut hingga menyebabkan kehamilan.
Menurut keluarga, kabar yang berkembang telah menimbulkan keresahan dan berpotensi mencemarkan nama baik pihak perempuan maupun keluarganya.
Mereka menilai informasi yang beredar telah dipelintir sehingga menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
“Kalau untuk berita yang beredar itu diprintir. Tidak benar,” tegasnya.
Keluarga berharap pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut dapat lebih berhati-hati sebelum menyampaikan tuduhan yang belum terbukti kebenarannya.
Mereka juga meminta agar pemberitaan yang menyebut adanya kehamilan segera diluruskan demi menjaga nama baik perempuan yang bersangkutan.
“Kalau bisa dihapus saja, Karena nama baik kami. Di sini kan daerah kecil, nanti nama baik keluarga tercemar,” katanya.
Sebelumnya, informasi mengenai dugaan seorang anggota Polairud yang menghamili perempuan berusia 23 tahun hingga usia kandungan tujuh bulan sempat menjadi perbincangan publik. Informasi itu bahkan memicu desakan dari sejumlah pihak agar aparat kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang disebut-sebut terlibat.
Dengan munculnya klarifikasi dari pihak keluarga, polemik tersebut kini memasuki babak baru. Keluarga berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menghentikan penyebaran kabar yang dinilai tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
“Kami hanya ingin nama baik keluarga tetap terjaga. Karena apa yang diberitakan soal kehamilan itu tidak benar,” tutupnya.(TM-03)













