Topik Maluku.com, MALTENG— Sekretaris GP Ansor Maluku Tengah, Sunnyl Silawane, mengkritik pernyataan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena terkait wacana legalisasi sopi melalui fabrikasi.
Sunnyl menilai legalisasi dan penjualan sopi dengan harga tinggi tidak otomatis membatasi akses masyarakat yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol.
“Jangan berpikir karena harganya tinggi maka orang yang gemar mabuk tidak bisa menjangkaunya. Persoalannya bukan hanya harga, tetapi bagaimana pengawasan dan dampaknya,” kata Sunnyl dalam keterangan resmi yang di terima TopikMaluku.com, (29/9/26).
Ia juga mempertanyakan dampak legalisasi sopi terhadap lingkungan ASN. Menurutnya, pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan, termasuk jika minuman tersebut dikonsumsi saat jam dinas.
“Bagaimana kalau sopi dilegalkan lalu dikonsumsi ASN?
Jangan sampai ada yang mengonsumsi saat jam kerja, kemudian bersikap arogan atau melakukan tindakan yang akhirnya mencoreng nama baik ASN,” ujarnya.
Sunnyl menegaskan, wacana legalisasi sopi harus dikaji tidak hanya dari sisi ekonomi dan PAD, tetapi juga dari aspek ketertiban, kesehatan, disiplin ASN, serta dampak sosial di masyarakat.
“Jangan sampai legalisasi menjadi pintu masuk persoalan baru yang justru sulit dikendalikan,” tegasnya.(TM-03)













