Ohoidertutu, TopikMaluku | Tim KKN-PPM Merangkai Kei Universitas Gadjah Mada (UGM) memilih pendekatan sederhana namun berdampak dalam program pengabdiannya di Desa Ohoidertutu, Kabupaten Maluku Tenggara. Selama 20-26 Juli 2026, mahasiswa melakukan pemeliharaan Puskesmas Pembantu (Pustu) sebagai bentuk penguatan pelayanan publik melalui perawatan fasilitas kesehatan desa.
Program tersebut tidak berorientasi pada pembangunan fisik baru, melainkan menjaga aset publik yang telah tersedia agar tetap berfungsi optimal. Pustu Ohoidertutu merupakan satu-satunya fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat desa yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan membersihkan dinding, memperbaiki retak rambut, mengaplikasikan lapisan alkali primer dan waterproofing, kemudian menyelesaikannya dengan pengecatan ulang menggunakan cat eksterior. Seluruh tahapan dilakukan agar perlindungan bangunan tidak berhenti pada aspek estetika, tetapi juga mampu mengurangi risiko kerusakan akibat cuaca pesisir.
“Kontribusi mahasiswa tidak selalu harus menghadirkan sesuatu yang baru. Merawat fasilitas yang sudah ada juga merupakan bentuk pengabdian yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata koordinator pelaksana program, Engelbertho Jose Sahasika Yamrewav.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa keberlanjutan pelayanan publik juga ditentukan oleh kualitas pemeliharaan fasilitas pendukungnya. Dengan kondisi bangunan yang lebih terawat, masyarakat diharapkan memperoleh lingkungan pelayanan kesehatan yang lebih nyaman dan representatif.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan itu menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam memahami tantangan pemeliharaan fasilitas umum di wilayah kepulauan. Faktor cuaca, kelembapan, serta lingkungan pesisir menjadi bagian dari pembelajaran selama pelaksanaan program.
“Harapan kami, perhatian terhadap fasilitas kesehatan desa dapat terus dilanjutkan oleh seluruh pemangku kepentingan setelah masa KKN berakhir,” kata Engelbertho Jose Sahasika Yamrewav.
Program tersebut menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu diukur dari besarnya anggaran maupun skala proyek. Upaya menjaga keberlangsungan aset pelayanan dasar dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas pelayanan publik di tingkat desa.
Berita ini disusun berdasarkan siaran pers yang diterima redaksi. Hingga berita dipublikasikan, belum terdapat keterangan tambahan dari pemerintah ohoi maupun pengelola Pustu mengenai rencana pemeliharaan lanjutan setelah kegiatan KKN selesai. (TM)















