Topik Maluku.com, MALTENG-Tumpukan sampah yang diduga mengandung limbah medis atau limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) ditemukan menumpuk di area belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.
Kondisi tersebut memicu kecaman masyarakat yang menilai pihak manajemen rumah sakit lalai menjaga kebersihan dan standar pengelolaan lingkungan.
Berdasarkan pantauan TopikMaluku.com di lokasi pada Rabu, (17/6/26). tumpukan sampah terlihat berada di area samping kanan kamar jenazah atau kamar mayat bagian belakang RSUD Masohi.
Sejumlah kantong sampah dan limbah tampak menumpuk tanpa penanganan yang memadai, menimbulkan kesan kumuh di lingkungan rumah sakit yang seharusnya menjadi pusat pelayanan kesehatan.
Seorang warga yang datang menjenguk keluarganya di RSUD Masohi mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, keberadaan tumpukan sampah di lingkungan rumah sakit tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi pasien maupun pengunjung.
“Ini rumah sakit, tempat orang mencari kesembuhan. Kalau sampah dibiarkan menumpuk seperti ini, masyarakat tentu bertanya-tanya bagaimana pengelolaannya. Sangat disayangkan,” ujar warga tersebut.
Kondisi itu pun memunculkan sorotan terhadap kinerja manajemen RSUD Masohi, terutama Direktur RSUD yang dinilai bertanggung jawab atas tata kelola fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut.
Masyarakat mempertanyakan komitmen pihak rumah sakit dalam menjaga standar kebersihan dan pengelolaan limbah. Pasalnya, limbah rumah sakit, terlebih yang masuk kategori B3, memiliki prosedur penanganan khusus dan tidak boleh dibiarkan menumpuk dalam waktu lama.
“Kalau benar itu limbah B3, seharusnya ada pengelolaan yang ketat. Jangan sampai rumah sakit yang seharusnya melindungi kesehatan justru menjadi sumber persoalan lingkungan,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Masohi maupun Direktur RSUD belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab menumpuknya sampah di area belakang rumah sakit tersebut.
Publik kini menanti langkah konkret dari manajemen RSUD Masohi untuk segera membersihkan area tersebut sekaligus memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.(TM-03)













