Topik Maluku.com, MALTENG– Pelayanan RSUD Masohi kembali menjadi sorotan warga. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa terhadap manajemen rumah sakit tersebut, menyusul dugaan kelalaian dalam penyediaan tabung gas untuk kebutuhan medis bayi baru lahir.
Kepada TopikMaluku.com pada Kamis, 27 Februari 2025, ia menuturkan bahwa kebutuhan gas medis di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sempat menjadi persoalan saat keluarganya mendampingi bayi yang baru dilahirkan.
“Ini kebutuhan untuk bayi baru lahir. Tapi ada salah satu pihak rumah sakit bilang coba komunikasi direktur RSU supaya ada jalan keluar,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi itu menimbulkan kecemasan bagi keluarga pasien. Ia menyebutkan, dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan bayi, keluarga tidak mungkin menunggu proses komunikasi internal manajemen rumah sakit.
“Tapi mungkin katong tunggu, karena ini bayi baru lahir,” katanya, menggambarkan dilema yang dihadapi keluarga saat itu.
Ruang NICU merupakan unit khusus untuk perawatan intensif bayi dengan kondisi kritis atau membutuhkan pemantauan ketat. Ketersediaan oksigen dan tabung gas medis menjadi bagian vital dalam layanan tersebut.
Warga tersebut berharap manajemen RSUD Masohi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyediaan logistik medis. Ia menilai penerapan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seharusnya memberi fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran, termasuk untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan.
“Harapannya ada peningkatan kualitas layanan prima, kepuasan pasien, dan efisiensi operasional melalui penerapan BLUD yang lebih fleksibel. Fokus utamanya peningkatan obat-obatan dan alat supaya bisa mengurangi beban keluarga,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Masohi belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi direktur rumah sakit guna memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pengadaan tabung gas medis dan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Sorotan terhadap RSUD Masohi bukan kali pertama terjadi. Sejumlah laporan sebelumnya juga menyinggung persoalan ketersediaan obat dan manajemen pelayanan.
Publik kini menanti respons dan langkah konkret dari pihak rumah sakit untuk memastikan pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien rentan seperti bayi baru lahir, dapat berjalan optimal dan tanpa hambatan.(TM-03)















