Topik Maluku.com, AMBON– Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merotasi sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri. Salah satunya Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto yang mendapat promosi menjadi Kapolda Metro Jaya.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Rotasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan.
Dengan menduduki jabatan Kapolda Metro Jaya, Dadang akan menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga. Ia menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang dimutasi menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
Sementara itu, posisi Kapolda Maluku yang ditinggalkan Dadang akan ditempati Irjen Pol Suwondo Nainggolan. Sebelumnya, Suwondo menjabat sebagai Asisten Logistik (Aslog) Kapolri.
Menariknya, Dadang dan Suwondo merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Pergantian tersebut sekaligus menandai estafet kepemimpinan baru di Polda Maluku.
Dadang mulai menjabat sebagai Kapolda Maluku pada Agustus 2025. Selama memimpin Polda Maluku, sejumlah agenda kepolisian dijalankan, termasuk pengawasan distribusi BBM bersubsidi, pelayanan publik, serta pengawasan internal terhadap personel.
Kini, Dadang mendapat tugas baru memimpin Polda Metro Jaya yang memiliki cakupan tugas keamanan dan pelayanan publik dengan kompleksitas tinggi.
Sementara Suwondo akan menghadapi tantangan tugas kepolisian di Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan serta dinamika sosial dan keamanan yang beragam.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan pergantian Kapolda merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.
Menurutnya, jajaran Polda Maluku siap menjalankan keputusan pimpinan Polri dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung.
“Pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier dan penguatan kinerja institusi. Kami menghormati keputusan pimpinan Polri dan siap melaksanakan setiap kebijakan organisasi secara profesional,” ujar Rositah.
Rositah mengatakan kesinambungan tugas menjadi perhatian jajaran Polda Maluku. Pelayanan kepolisian dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) diharapkan tetap berjalan meski terjadi pergantian pucuk pimpinan.
“Yang terpenting, pelaksanaan tugas kepolisian, pelayanan kepada masyarakat, serta upaya menjaga situasi kamtibmas di Maluku harus terus berjalan dengan baik,” katanya.
Rotasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, dan kebutuhan institusi Polri. Kapolri Suyudi sebelumnya menyebut mutasi dan rotasi dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.(TM-03)













