TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMalukuTopikMaluku

Inilah Sejumlah Fakta Memalukan RSUD Masohi yang Dihantam Kritik Brutal Legislator Sepanjang 2025–2026

Topik Maluku.com, MALTENG— Sepanjang 2025 hingga awal 2026, pelayanan dan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, terus menjadi sorotan legislatif. Berbagai persoalan, mulai dari kerusakan alat vital, kekosongan stok obat, rendahnya kebersihan fasilitas, hingga dugaan malpraktik, memicu serangkaian inspeksi mendadak dan desakan evaluasi menyeluruh.

Berdasarkan penelusuran TopikMaluku.com, dari sejumlah laporan media lokal seperti Beritabeta.com, dan Siwalima.id, kritik terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah itu muncul berulang kali. Bahkan melibatkan anggota DPRD kabupaten maupun provinsi.

Salah satu sorotan paling serius muncul setelah kematian seorang pasien bernama Wa Pan pada Februari 2025. Komisi IV DPRD Maluku Tengah melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Masohi pada 13 Februari 2025 untuk menelusuri dugaan keterlambatan pemberian oksigen.

Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Musriadin Labahawa, mengatakan pihaknya menemukan adanya kerusakan alat di Instalasi Pengisian Oksigen (IPO).
Menurut dia, manajemen rumah sakit menjelaskan bahwa sparepart alat tersebut harus didatangkan dari luar negeri dengan estimasi waktu tiga bulan.

“RSUD harus bisa menyediakan oksigen selama dua bulan ke depan sambil menunggu sparepart didatangkan,” kata Musriadin saat sidak, seperti dilaporkan Beritabeta.com.

Selain itu, Komisi IV juga menemukan persoalan lain, seperti rendahnya tingkat kebersihan rumah sakit, termasuk fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang dinilai sangat kotor.

Musriadin menilai persoalan tersebut berkaitan erat dengan keterbatasan anggaran, sehingga perlu menjadi perhatian bersama antara DPRD dan pemerintah daerah.

Masalah lain yang juga mencuat kepublik adalah kerusakan alat Central Sterile Supply Department (CSSD), fasilitas vital untuk sterilisasi peralatan operasi. Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah, Arman Mualo, mengatakan kerusakan alat tersebut menyebabkan sejumlah pasien tidak dapat menjalani operasi sesuai jadwal.

Menurut Arman, berdasarkan penjelasan direktur rumah sakit, tidak tersedianya tenaga maintenance di daerah menjadi kendala utama. “Tenaga maintenance ada di luar Maluku sehingga alat belum bisa digunakan saat rusak kemarin,” kata dia, Kamis, 12 Juni 2025.dilansir dari Beritabeta.com.

Arman menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut. Ia meminta manajemen rumah sakit meningkatkan koordinasi internal, tidak hanya bergantung pada direktur, tetapi juga melibatkan pejabat fungsional lainnya.

Selain kerusakan alat, keluhan masyarakat juga mencakup kekosongan stok obat. Arman meminta rumah sakit memberikan penjelasan transparan kepada pasien mengenai obat yang ditanggung BPJS Kesehatan melalui Formularium Nasional dan obat yang harus dibeli secara mandiri.

Ia juga menyarankan pasien menyimpan bukti pembelian obat di luar rumah sakit agar dapat mengajukan klaim penggantian biaya.

Sorotan terhadap RSUD Masohi tidak hanya datang dari DPRD kabupaten, tetapi juga DPRD Provinsi Maluku. Anggota DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, menyoroti dugaan malpraktik medis yang disebut telah berulang kali dilaporkan masyarakat.

“Kalau terus berulang, tentu patut dicurigai dan harus dievaluasi secara menyeluruh,” kata Alhidayat kepada Siwalima.id pada Januari 2026.

Menurut dia, manajemen rumah sakit harus segera melakukan pembenahan dan memastikan setiap keluhan masyarakat ditangani secara cepat dan profesional. Ia mengingatkan bahwa lambannya respons hanya akan memperburuk kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah.

Rangkaian temuan dan kritik tersebut menunjukkan persoalan RSUD Masohi tidak bersifat insidental, melainkan berulang dalam rentang waktu panjang. Masalah yang muncul mencerminkan tantangan struktural, mulai dari keterbatasan anggaran, ketergantungan pada teknisi dari luar daerah, hingga tata kelola pelayanan.

Hingga laporan ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi terbaru dari manajemen RSUD Masohi maupun Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengenai langkah konkret yang telah diambil untuk menjawab berbagai sorotan tersebut.

Bagi masyarakat Maluku Tengah, RSUD Masohi merupakan fasilitas kesehatan rujukan utama. Karena itu, kualitas pelayanan dan kecepatan pembenahan menjadi krusial, terutama ketika menyangkut keselamatan pasien.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !