TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Bupati Maluku Tengah: Wisuda Bukan Garis Akhir, Tapi Awal Pengabdian untuk Negeri

Topik Maluku.com, MALTENG– Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar prosesi akademik, melainkan perayaan dari sebuah perjalanan panjang penuh dedikasi, ketekunan, dan doa yang tak pernah putus. Hal itu disampaikan saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Dr. Djar Wattiheluw dalam rangka Wisuda Sarjana Strata Satu Tahun Akademik 2025–2026, yang digelar di Balai Ir. Soekarno, Masohi. Selasa (11/11/24).

“Ini bukan garis akhir sebuah perjuangan, tetapi titik awal dari pengabdian yang lebih besar, pengabdian kepada ilmu, masyarakat, daerah, dan tanah air,” ujar Zulkarnain dalam sambutannya.

Menurut alumni Universitas Brawijaya itu, pendidikan tinggi adalah investasi bangsa untuk membangun masa depan peradaban. Ia mengutip pesan Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai ilmu, serta menjadikan ilmu sebagai jalan untuk membebaskan manusia dari segala bentuk ketertinggalan.

“Semangat itu harus hidup dalam diri setiap sarjana muda hari ini,” lanjutnya. “Ilmu bukan sekadar pengetahuan, tapi kekuatan yang membebaskan dan mencerahkan kehidupan.”

Zulkarnain juga menyampaikan harapan besar Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah kepada para lulusan Universitas Dr. Djar Wattiheluw. Ia menilai, para sarjana tersebut merupakan bagian dari generasi emas Maluku Tengah yang harus berpikir kreatif, bekerja inovatif, serta berani menciptakan peluang baru di tengah perubahan dunia yang kian cepat.

Ia mengingatkan agar para wisudawan tidak memaknai kesuksesan hanya sebatas menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau bekerja di BUMN dan perusahaan besar.

“Kita hidup di era yang menuntut kemandirian dan kolaborasi. Jadilah pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja,” tegasnya.

Selain itu, Zulkarnain menekankan bahwa kampus harus mampu melahirkan pemimpin masa depan — bukan hanya sarjana, tetapi pribadi yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan memiliki karakter kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua wisudawan dan wisudawati yang telah berjuang tanpa lelah. “Di balik toga dan senyum bahagia para wisudawan, ada doa, keringat, dan kasih yang tak bertepi dari orang tua. Mereka adalah guru pertama yang menanamkan nilai kerja keras, kejujuran, dan ketulusan,” ujarnya penuh haru.

Menutup sambutannya, Zulkarnain berpesan agar para wisudawan menjadi pribadi yang rendah hati kepada orang tua, luas dalam pemikiran, dan tinggi dalam pengabdian.

“Tunjukkan bahwa ilmu yang kalian miliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk kemaslahatan sesama, serta kemajuan daerah dan bangsa tercinta,” pungkasnya.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku
error: Konten Dilindungi !