Topik Maluku.com, AMBON– Perwakilan Pemuda Negeri Hualoy, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mengaku kecewa setelah tidak mendapatkan kesempatan bertemu dengan Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura. Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan perkembangan penanganan insiden dugaan penganiayaan terhadap Sertu Ahmad Iho Hehanussa.
Berdasarkan informasi yang diterima TopikMaluku.com, pada Senin (02/11/26). bahwa, perwakilan Pemuda Hualoy mendatangi Markas Kodam XV/Pattimura untuk meminta penjelasan sekaligus mempertanyakan sejauh mana proses penanganan kasus yang melibatkan oknum anggota TNI tersebut.
Namun, upaya untuk bertemu langsung dengan Pangdam XV/Pattimura disebut tidak membuahkan hasil. Mereka dikabarkan tidak dapat diterima dengan alasan Pangdam sedang dalam kondisi capek.
Situasi tersebut menimbulkan kekecewaan bagi perwakilan pemuda yang datang dengan harapan memperoleh penjelasan langsung dari pimpinan tertinggi Kodam XV/Pattimura.
Bagi Pemuda Hualoy, persoalan dugaan penganiayaan terhadap Sertu Ahmad Iho Hehanussa bukan perkara sepele. Mereka menginginkan adanya kejelasan proses hukum, transparansi penanganan perkara, serta jaminan bahwa setiap anggota TNI yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Alasan kelelahan mungkin merupakan kondisi manusiawi. Namun, aspirasi masyarakat yang datang untuk mencari keadilan semestinya tetap mendapatkan ruang dan perhatian. Jika Pangdam berhalangan menemui secara langsung, setidaknya perlu ada pejabat yang diberi kewenangan untuk menerima dan menindaklanjuti aspirasi tersebut.
Pemuda Hualoy berharap Kodam XV/Pattimura tidak mengabaikan persoalan ini. Mereka meminta agar penanganan dugaan penganiayaan terhadap Sertu Ahmad Iho Hehanussa dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.
Sebab, keadilan tidak boleh berhenti hanya karena persoalan jabatan, pangkat, maupun institusi. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Kodam XV/Pattimura mengenai alasan tidak terlaksananya pertemuan maupun perkembangan penanganan kasus dugaan penganiayaan tersebut.(TM-03)














