Topik Maluku.com, JAKARTA-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi akan mengecek ulang data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya dipaparkan pendahulunya, Suharyanto, kepada Presiden Prabowo Subianto. Verifikasi dilakukan untuk memastikan luas karhutla yang masih ditangani di enam provinsi benar tersisa 639,23 hektare.
Kristomei mengatakan pengecekan data menjadi bagian dari konsolidasi menyeluruh setelah dirinya dilantik sebagai Kepala BNPB. Ia akan mencocokkan laporan yang ada dengan hasil pemantauan satelit, termasuk Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) dan data pemantauan NASA.
“Saya akan melakukan konsolidasi total. Saya akan mengecek terlebih dahulu data dan fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit. Misalnya, ada Sipongi, kemudian hasil pemantauan NASA. Berapa sebenarnya luas wilayah yang terbakar? Itu bisa dihitung. Dampaknya seperti apa juga akan kita lihat, lalu akan diumumkan,” kata Kristomei usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Pengecekan tersebut dilakukan di tengah keraguan publik dan warganet terhadap angka luas kebakaran yang sebelumnya disampaikan Suharyanto dalam rapat bersama Prabowo.
Dikutip TopikMaluku.com dari Suara.com, Suharyanto sebelumnya melaporkan luas karhutla yang masih ditangani satuan tugas di lapangan mencapai 639,23 hektare. Data itu disampaikan dalam rapat hibrida yang dipimpin Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Penanganan karhutla diprioritaskan pada lahan gambut yang tersebar di enam provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masih ditemukan titik kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.
Dalam rapat tersebut, Prabowo sempat meminta konfirmasi ulang kepada Suharyanto mengenai angka luas lahan yang masih terbakar. Presiden ingin memastikan bahwa luas karhutla yang harus ditangani di enam provinsi tersebut memang mencapai 639,23 hektare.
Suharyanto membenarkan angka tersebut. Prabowo kemudian menyebut luas kebakaran telah menurun jauh dibandingkan kondisi beberapa minggu sebelumnya, ketika area yang terbakar masih mencapai ratusan ribu hektare.
Meski demikian, Kristomei menegaskan data tersebut akan diperiksa kembali sebelum BNPB mengumumkan hasil verifikasi kepada publik.
Hasil pengecekan itu nantinya diharapkan memberikan gambaran lebih akurat mengenai luas wilayah yang terbakar sekaligus dampak karhutla yang masih harus ditangani.(TM-03)













