Topik Maluku.com, SBB– Aksi protes mewarnai Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kamis (25/9/2025). Sejumlah warga adat Kaibobu bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Saniri Negeri memblokade ruas jalan utama di kawasan Wisarisa dengan menebang pohon besar yang melintang di badan jalan.
Aksi tersebut dipicu penolakan warga terhadap rencana pembebasan lahan di Tanah Tala Batai yang akan digunakan untuk pembangunan Batalion TNI Kodam XVI/Pattimura. Dalam aksi itu, warga juga memasang spanduk bertuliskan penolakan terhadap keterlibatan Negeri Eti dalam proses pembebasan lahan.
Akibat pemalangan, arus lalu lintas dari arah Waipirit menuju Kota Piru maupun sebaliknya lumpuh total. Aparat gabungan TNI-Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif kepada warga agar jalan kembali dibuka.
Kasi Humas Polres SBB, Ipda Asep Souisa, membenarkan adanya aksi pemalangan tersebut. Ia juga mengirimkan dokumentasi berupa foto spanduk yang terpasang di lokasi. Namun, Asep belum merinci detail kronologi kejadian.
“Ya benar (ada aksi pemalangan jalan),” ujarnya singkat.
Sementara itu, salah satu warga Kaibobu mengonfirmasi aksi tersebut sekaligus menegaskan sikap masyarakat yang menolak pembebasan lahan. “Itu benar, kami menolak pembebasan lahan untuk pembangunan tersebut,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih berupaya melakukan dialog dengan warga agar situasi tetap kondusif.(TM-03)















