TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Dapur MBG Kayu Tiga Mulai Bekerja Sejak Dini Hari, Layani 2.822 Penerima

Ambon, Topik Maluku — Ketika sebagian besar warga Kota Ambon masih terlelap, aktivitas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kayu Tiga, Soya, sudah dimulai.

Dari dapur tersebut, ribuan porsi makanan disiapkan setiap hari untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan hanya soal jumlah, setiap makanan yang disajikan juga dipastikan melalui proses pengolahan yang terukur hingga siap didistribusikan kepada penerima manfaat.

Saat ini, SPPG Kayu Tiga melayani 2.822 penerima manfaat, yang terdiri atas siswa PAUD, SD dan SMP, serta ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang tergabung dalam kelompok Posyandu.

Kepala Unit SPPG Kayu Tiga Soya, Angel Pattipelohy, mengatakan besarnya jumlah penerima tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas makanan yang diberikan.

“Katong akan berbuat yang terbaik untuk mensukseskan program MBG dan memberikan gizi yang terbaik bagi anak-anak bangsa,” kata Pattipelohy kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, untuk menjaga kualitas makanan, proses memasak dilakukan dua kali dalam sehari. Makanan untuk sekolah yang masuk pagi dimasak sejak tengah malam, sedangkan makanan untuk sekolah yang masuk siang dimasak pada pagi hari.

“Jadi dua kali masak agar makanan tetap awet,” ujarnya.

Makanan untuk sekolah pagi mulai didistribusikan sekitar pukul 08.00 WIT. Sementara sekolah yang masuk siang menerima makanan sekitar pukul 13.00 WIT.

Pattipelohy mengatakan ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam pelayanan MBG. Makanan tidak hanya harus tiba sesuai jadwal, tetapi juga harus tetap dalam kondisi layak saat diterima siswa.

Perhatikan Kelompok Rentan

Pelayanan SPPG Kayu Tiga tidak hanya menyasar peserta didik. Ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang tergabung dalam kelompok Posyandu juga menjadi penerima manfaat.

Pembagian makanan untuk Posyandu disesuaikan dengan jadwal pelayanan MBG di sekolah. Saat ini, pelayanan dilakukan hingga Jumat.

“Jadi setiap hari sampai hari Jumat saja. Dulu sampai hari Sabtu, sekarang sampai hari Jumat saja,” jelasnya.

Untuk menghindari kejenuhan penerima, SPPG Kayu Tiga berupaya menyajikan menu yang berbeda setiap hari. Variasi makanan juga diharapkan dapat memberikan asupan gizi yang lebih beragam.

Namun, penyusunan menu di Maluku memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memenuhi kebutuhan protein dari ikan.

Pattipelohy menjelaskan, ikan laut belum digunakan dalam menu MBG, sementara ikan air tawar relatif sulit diperoleh di Kota Ambon.

“Di Maluku, khususnya Kota Ambon, masyarakat lebih banyak mengonsumsi ikan laut,” katanya.

Karena itu, ayam menjadi salah satu sumber protein yang lebih sering digunakan. Sementara telur diberikan sekitar satu kali dalam sepekan.

“Jadi dalam satu minggu itu lebih banyak ayam, telur itu satu minggu sekali,” ujarnya.

Untuk minuman, SPPG Kayu Tiga menyediakan susu bebas gula. Sedangkan beras yang digunakan merupakan beras premium sesuai ketentuan pemerintah pusat.

“Katong pakai beras Bulir Emas,” ungkapnya.

Siswa Bisa Sampaikan Menu Favorit

Menariknya, SPPG Kayu Tiga juga membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan makanan yang mereka sukai.

Tidak semua permintaan dapat dipenuhi karena menu harus tetap mengikuti ketentuan program. Namun, permintaan yang dinilai memungkinkan tetap akan dipertimbangkan.

“Kalau request yang masih bisa dijangkau tetap kami akan memenuhi permintaan anak-anak sekolah tersebut. Kalau melanggar yang sudah diatur, tidak bisa mengikuti,” jelas Pattipelohy.

Perhatian juga diberikan kepada siswa yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Pihak SPPG telah meminta sekolah melakukan pendataan dan menyampaikan informasi tersebut kepada pengelola dapur.

“Katong bagi formulirnya ke sekolah-sekolah. Katong minta dari guru kalau ada siswa yang alergi makanan tertentu tolong dimasukan,” katanya.

Hingga kini, SPPG Kayu Tiga mengaku belum menerima data siswa yang memiliki alergi makanan.

Bagi para petugas di dapur SPPG Kayu Tiga, setiap kotak makanan yang dikirim bukan sekadar memenuhi target distribusi. Ada tanggung jawab untuk memastikan makanan yang sampai ke tangan anak-anak dan kelompok rentan benar-benar layak serta bergizi.

“Katong bukan hanya siapkan makanan, tapi katong harus pastikan makanan itu layak dan bergizi sampai ke penerima,” tegas Pattipelohy.

Dengan aktivitas yang dimulai sejak dini hari, proses memasak, pengemasan hingga distribusi dilakukan secara berkesinambungan agar ribuan penerima manfaat mendapatkan makanan sesuai jadwal.

“Katong akan berbuat yang terbaik,” pungkasnya.

Untuk mendukung keterbukaan informasi, SPPG Kayu Tiga juga memanfaatkan Instagram dan TikTok untuk membagikan aktivitas pelayanan MBG di sekolah maupun Posyandu.

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !