Topik Maluku.com, MALTENG– Kekosongan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, kembali menuai keluhan dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku terpaksa membeli obat hingga alat kesehatan di luar rumah sakit, meski telah menjalani perawatan dan tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Salah satunya dialami oleh Sanu, warga Masohi yang saat ini tengah menjalani perawatan akibat penyakit stroke. Keluarga pasien mengungkapkan, meskipun Sanu dirawat di RSUD Masohi dan memiliki jaminan BPJS, mereka harus terus-menerus membeli obat di luar rumah sakit karena tidak tersedia di instalasi farmasi RSUD.
“Bapak kami dirawat di RSUD Masohi, pakai BPJS, tapi obatnya sering tidak ada. Kami disuruh beli di luar. Sudah berkali-kali seperti itu,” ujar pihak keluarga kepada wartawan, Selasa (10/02/26).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Abu, warga Kilo 12, Masohi. Ia mengatakan bahwa kondisi kekosongan obat di RSUD Masohi bukanlah hal baru. Menurutnya, pasien kerap diminta membeli obat maupun alat medis sendiri di luar rumah sakit.
“Bukan cuma obat, jarum infus saja kami disuruh beli di luar. Padahal ini rumah sakit daerah, seharusnya sudah disiapkan,” keluh Abu.
Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan masyarakat, terutama pasien yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Pasien berharap dengan adanya BPJS, seluruh kebutuhan pengobatan dapat ditanggung dan tersedia di rumah sakit, bukan justru menambah beban biaya di luar ketentuan.
Keluhan juga datang dari Tahir, warga Desa Haya, Kecamatan Tehoru. Ia mengaku mengalami hal serupa saat menjalani pengobatan di RSUD Masohi. Menurutnya, hampir setiap kali berobat, selalu ada obat yang harus dibeli di luar rumah sakit.
“Kalau begini terus, untuk apa ada BPJS? Kami tetap beli obat sendiri. Ini sangat memberatkan masyarakat,” kata Tahir.
Berbagai keluhan tersebut menambah daftar panjang persoalan pelayanan di RSUD Masohi, khususnya terkait ketersediaan obat dan alat kesehatan. Warga berharap pihak manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah segera mengambil langkah serius agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal dan masyarakat tidak lagi dipaksa membeli obat di luar fasilitas rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Masohi belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan kekosongan obat yang dialami para pasien.(TM-03)















