TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
SBB  

Ketua TP PKK SBB Tegaskan Fokus Amanah, Tekan Stunting dan Perkuat UMKM Lokal

Piru, Topik Maluku : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Ny. Yeni Rosbayani Asri menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru berbicara soal keberhasilan. Menurutnya, masa pengabdian yang baru berjalan sekitar delapan bulan lebih tepat dimaknai sebagai amanah pelayanan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, ibu-ibu, dan kaum muda.
“Ini bukan soal capaian, tapi amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya saat menyampaikan refleksi kinerja PKK di hadapan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
Sebagai Ketua TP PKK, Ketua Posyandu, Bunda PAUD, Bunda Literasi, hingga pembina UMKM, ia menyebut tanggung jawab tersebut menuntut kerja nyata di lapangan. Salah satu fokus utama adalah penguatan layanan Posyandu, yang kini menjadi pusat pelayanan terpadu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga menengah ke bawah. Karena itu saya pastikan pelayanannya harus baik,” tegasnya.
Saat ini, Kabupaten SBB memiliki 247 Posyandu yang tersebar di berbagai desa. Dengan keterbatasan anggaran, intervensi difokuskan pada Posyandu yang dinilai paling mendesak, termasuk penyediaan alat kesehatan, timbangan, serta obat-obatan.
Ia mengakui masih banyak tantangan kesehatan di SBB, terutama stunting dan hipertensi (HIP) yang angkanya masih tergolong tinggi. Namun demikian, upaya penanganan stunting menunjukkan tren penurunan di sejumlah wilayah.
“Di Negeri Nurwe misalnya, awalnya hampir 20 kasus stunting, sekarang turun menjadi 16. Meski ada kasus baru, ini menunjukkan ada pergerakan,” jelasnya.
Selain kesehatan, TP PKK SBB juga memberi perhatian serius pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM skala kecil. Berbagai bantuan disalurkan langsung ke desa-desa dan dusun, berupa modal usaha, peralatan masak, mesin parut kelapa, mesin jahit, hingga alat produksi lainnya.
“Kita fokuskan ke UMKM kecil, karena yang besar tidak mungkin ditopang dengan anggaran kita yang terbatas,” katanya.
Ia juga mendorong masyarakat agar bangga menggunakan produk lokal SBB, mulai dari pangan berbasis sagu, kue-kue tradisional, hingga kerajinan tangan dan tenun. Menurutnya, SBB kaya potensi dan tidak perlu bergantung pada produk luar daerah.
“Ke depan, saya ingin setiap acara kita menggunakan produk masyarakat SBB sendiri. Rasanya enak, kualitasnya bagus, dan membanggakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung rencana peluncuran tenun PKK serta penguatan hak cipta motif lokal, termasuk pengembangan batik daerah dengan warna khas Maluku seperti merah dan hitam.
Seluruh program tersebut, lanjutnya, mendapat dukungan penuh dari Bupati SBB selaku Pembina TP PKK. Namun ia menegaskan, keberhasilan program hanya bisa diraih jika pemerintah terus hadir dan mendengar langsung keluhan masyarakat.
“Meja kantor dan lapangan itu berbeda. Kebenaran dan keluhan masyarakat ada di lapangan. Itu yang menjadi catatan kami untuk program tahun 2026,” pungkasnya.(Imel)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku
error: Konten Dilindungi !