Topik Maluku.com, MALTENG– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membuka secara resmi Banda Heritage Festival 2025 dalam acara yang digelar meriah di Istana Mini, Banda Naira, Rabu (26/11/25). Festival yang mengangkat kekayaan sejarah, budaya, dan warisan dunia Banda ini dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah.
Dalam sambutannya, Tito mengawali dengan menyampaikan penghormatan kepada para tamu penting. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Serta Ia juga menyebut Ketua Tim Penggerak PKK, Ibu Maya Bebi Lewerissa, dan Bupati Maluku Tengah, sahabatnya, Zulkarnain Awat Amir, yang hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tengah, Ibu Beti Idrus. Ia menegaskan bahwa urutan penyebutan adalah bentuk penghargaan.
“Saya sengaja menyebut Tim Penggerak PKK terlebih dahulu,” ujar Tito, disambut tepuk tangan tamu undangan. Ia menambahkan bahwa meskipun Beti Idrus sehari-hari bertugas di pusat sebagai Komisioner KPU, hubungan keduanya tetap terjalin dengan baik. “Sebetulnya saya dengan beliau sering kali saling menghormati,” kata Tito.
Tito kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pejabat dari kementerian dan lembaga yang turut hadir. Dari Kementerian Perumahan, hadir dua direktur jenderal, yaitu Pak Ajis dan Pak Fitra. Tito berharap keberadaan keduanya selama beberapa hari di Banda diikuti dengan realisasi program yang telah direncanakan. “Jangan lupa realisasi program perumahannya,” ucapnya memberi penegasan.
Perwakilan dari kementerian lain turut menghadiri acara, seperti dari Kementerian SPDT, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian SDM. Tito mengatakan bahwa sebenarnya banyak menteri dijadwalkan hadir. Namun, karena memiliki agenda penting lainnya, mereka tidak dapat datang. Tito kemudian melontarkan candaan yang membuat suasana mencair.
“Hari ini justru saya senang, karena saya sendiri sebagai menteri dapat hadir langsung di sini. Kalau dua menteri datang, nanti terpecah; kalau lima menteri datang, malah tidak dianggap lagi,” ujarnya disambut tawa para undangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat protokoler dan unsur Forkopimda yang hadir. Di antaranya Ketua DPRK Johan Liulisa, Pak Pandang yang dikenal sebagai juara menyanyi, serta Kolonel TNI Putranto Gatot Nirmalayo bersama istri. Dari kepolisian, hadir Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Tobroni yang mewakili Kapolda Maluku yang sedang mengikuti Apel Kasatwil seluruh pimpinan kepolisian di Jakarta.
Selain itu, hadir pula Kepala Kejaksaan Tinggi yang diwakili Wakajati, Bapak Adi Prabowo, para pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, serta DPRD Kabupaten Maluku Tengah. Tito menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang turut menyukseskan festival berskala nasional tersebut.
Dalam kesempatan itu, Tito juga menyinggung kekayaan budaya Banda Naira yang membuatnya kagum. Ia mengaku terkesan dengan berbagai peninggalan sejarah dan kekayaan alam Banda. Mulai dari panorama laut, spot penyelaman, hingga keberadaan spesies hiu langka seperti kumpulan hammerhead dan tiger shark. Tito mengatakan bahwa potensi tersebut merupakan anugerah besar bagi masyarakat Banda.
“Begitu masuk goa yang sangat indah tadi, saya merenung. Betapa orang Banda betul-betul diberkahi Allah SWT dengan kekayaan alam yang luar biasa,” ujarnya. Ia bahkan sempat berseloroh merasa iri karena di Palembang, tempat ia lama berdinas tidak memiliki laut seperti Banda.
Tito menambahkan bahwa Banda memiliki sejarah panjang sebagai pusat rempah dunia. Ia mengatakan bahwa Belanda dahulu menjadikan Banda sebagai rebutan berbagai bangsa. “Sehingga dijuluki sebagai spice island, pulauan rempah-rempah,” katanya. Ia menambahkan, “Banyak kepulauan di Indonesia yang memiliki rempah-rempah. Saya tidak mau sebut, nanti ada yang iri.”
Pembukaan Banda Heritage Festival ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan budaya, pameran, seni, dan sejarah yang akan berlangsung selama beberapa hari. Tito berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat Banda.(TM-03)





