Topik Maluku.com, MALTENG– Proyek pembangunan satu paket sekolah Tahun Anggaran 2025 dengan total nilai anggaran Rp 399.500.000 Juta di SD Negeri 234, Kelurahan Lesane, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, diduga tidak berjalan sesuai rencana.
Pantauan TopikMaluku.com di lokasi pada Senin (15/12/25). hingga pertengahan masa pekerjaan, pemasangan kusen pintu dan jendela sekolah belum juga diselesaikan oleh pihak pelaksana. Kondisi tersebut membuat progres pembangunan terlihat mandek, meski proyek ini disebut baru dikerjakan selama kurang lebih dua pekan.
Proyek tersebut diketahui ditangani oleh kontraktor DRS H.M. Jen Mony, pengusaha asal Jazirah Leihitu. Padahal, berdasarkan target pelaksanaan, pekerjaan pembangunan sekolah itu seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 45 hari kalender.
Sejumlah pekerja di lokasi mengaku aktivitas pembangunan berjalan tidak maksimal dalam beberapa hari terakhir. Material kusen pintu dan jendela yang belum terpasang menjadi salah satu indikator lambatnya progres pekerjaan fisik di lapangan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran Mandeknya pekerjaan, mengingat pembangunan tersebut diharapkan dapat segera menunjang proses belajar-mengajar pada tahun ajaran mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pekerjaan tersebut. Media masih berupaya mengonfirmasi pihak pelaksana dan dinas teknis untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait progres serta kepastian penyelesaian proyek pembangunan sekolah tersebut.(TM-03)













