Topik Maluku.com, MALTENG-Sidang penyampaian visi dan misi calon Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tengah berlangsung dinamis di Gedung KNPI, Masohi. Pada Minggu (16/11/25).
Tiga kandidat yaitu, Mahfudin Orawala, Kajiti Tuharea, dan Yuslan Loilatu. Ketiiganya memaparkan gagasan mereka untuk membangun konsolidasi dan memperkuat peran pemuda di daerah berjuluk Pamahanu-Nusa tersebut.
Mahfudin Orawala: KNPI Harus Jadi Rumah Bersama Pemuda Malteng
Dalam pemaparannya, Mahfudin Orawala menegaskan bahwa dinamika internal KNPI harus segera dibenahi agar pemuda dapat kembali bersatu.
“Pada kesempatan ini, teman-teman sekalian, para pemuda dan para senior yang hadir hari ini. meski tidak sempat saya sapa satu per satu, saya melihat banyak wajah-wajah senior yang tetap setia berdiam bersama YPK,” kata Mahfudin membuka penyampaiannya.
Ia menyebut bahwa konflik internal dan eksternal yang melibatkan pemuda beberapa tahun terakhir terjadi karena minimnya peran mereka dalam menyelesaikan persoalan.
“KNPI adalah wadah pemersatu. Jika KNPI tidak bersatu, maka pemudanya juga tidak akan bersatu. Ketika pemuda tidak bersatu, konflik horizontal akan terus terjadi,” tegasnya.
Mahfudin menekankan bahwa KNPI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen pemuda. baik dari wilayah Selatan, Utara, Telutih, hingga Lehitu Barat.
Ia pun memaparkan misi utamanya: membentuk karakter pemuda dengan jiwa muda yang egaliter, terbuka, serta mampu menghadirkan energi baru bagi kemajuan daerah.
Kajiti Tuharea: Angkat Anak Kampung dan Siapkan Pemuda Hadapi Krisis 2026–2027
Calon kedua, Kajiti Tuharea, tampil dengan pesan kuat mengenai pemberdayaan pemuda dari kampung-kampung di Maluku Tengah.
“Anak kampung harus bisa berpikir lebih bahwa mereka juga bisa menjadi pemuda yang memajukan Kabupaten Maluku Tengah,” ujarnya.
Kajiti memperingatkan bahwa Indonesia diprediksi menghadapi krisis nasional pada 2026–2027. Ia menilai penting bagi pemuda Malteng untuk mempersiapkan diri sejak sekarang.
Salah satu fokus visinya ialah penguatan UMKM Pemuda agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Pemuda harus berusaha, harus bergerak, agar bisa menjawab tantangan ke depan,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya keberanian pemuda dalam memperjuangkan hak-hak adat.
“Jangan ada lagi pemuda yang diintimidasi saat membela hak-hak adat. Inilah saya, anak kampung,” tegasnya.
Yuslan Loilatu: KNPI Harus Jadi Jembatan Ekonomi dan Penjaga Marwah Pemuda
Calon ketiga, Yuslan Loilatu, menekankan bahwa Musda kali ini merupakan momentum membawa harapan baru bagi seluruh pemuda Maluku Tengah.
“Dalam Musda ini kita bertarung dan membawa harapan semua pemuda,” ucap Yuslan.
Ia menilai DPD KNPI Malteng harus menjadi jembatan dalam menolong persoalan ekonomi di 196 negeri yang tersebar di Maluku Tengah.
Yuslan mengakui adanya perbedaan dan aliran di tubuh kepemudaan, namun ia menegaskan akan bertarung secara prosedural dan menjaga integritas.
“Memperkuat kembali citra dan marwah pemuda adalah prioritas utama,” katanya.
Selain itu, ia berkomitmen menghidupkan dan merangkul seluruh unsur elemen pemuda serta OKP yang selama ini belum terakomodasi secara maksimal.
Musda KNPI Malteng Jadi Ajang Konsolidasi Besar Pemuda
Sidang visi-misi ini menjadi tahapan krusial menuju Musda DPD KNPI Maluku Tengah yang digadang menjadi momentum rekonsiliasi pemuda setelah sekian lama terpolarisasi.
Tiga kandidat membawa tiga warna pemikiran. Mahfudin dengan gagasan penyatuan dan rekonsiliasi pemuda,
Kajiti dengan misi pemberdayaan anak kampung dan kesiapsiagaan menghadapi krisis, Yuslan dengan fokus pada pemulihan marwah pemuda dan penguatan peran ekonomi.
Musda kali ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang mampu menyatukan 196 negeri, memperkuat peran kepemudaan, dan menjadikan KNPI sebagai ruang kolaborasi yang inklusif bagi seluruh pemuda Maluku Tengah.(TM-03)













