Topik Maluku.com, MALTENG— Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XV DPD KNPI Kabupaten Maluku Tengah, organisasi kepemudaan di Indonesia itu kembali berada di persimpangan jalan. Momentum yang seharusnya menjadi ajang refleksi dan konsolidasi pemuda justru diwarnai oleh kekhawatiran akan menguatnya intervensi politik dan kepentingan elitis yang berpotensi menggerus nilai-nilai dasar perjuangan kepemudaan.
Ketua Umum PC PMII Maluku Tengah, Rasid Pelupessy, menegaskan pentingnya Musda kali ini sebagai momen korektif untuk mengembalikan marwah KNPI. Ia menyoroti bahwa organisasi tersebut tengah kehilangan arah akibat praktik pragmatisme yang menjauhkan pemuda dari nilai-nilai idealisme dan perjuangan sosial.
“KNPI harus kembali pada nilai-nilai dasar kepemudaan. kolaboratif, komunikatif, dan berpihak pada aspirasi rakyat. Bukan menjadi kendaraan politik bagi segelintir orang, apalagi sampai berkesan warna suku didalamnya” tegas Rasid dalam keterangan yang diterima TopikMaluku.com. Kamis, (13/11/25).
Menurutnya, banyak kepemimpinan KNPI di masa lalu gagal memaknai tanggung jawab strategis organisasi. Posisi ketua sering kali dijadikan batu loncatan politik, ajang mencari keuntungan hibah, atau sekadar upaya mempererat hubungan dengan kekuasaan, bukan memperkuat solidaritas dan daya juang pemuda.
Kritik tersebut mencerminkan kegelisahan luas di kalangan aktivis muda. Mereka menilai, pemimpin sejati KNPI seharusnya bukan hasil kompromi politik atau produk titipan kelompok oligarki, melainkan sosok yang lahir dari proses panjang perjuangan dan pembuktian diri di lapangan.
Figur ideal pemimpin KNPI, lanjut Rasid, adalah mereka yang memiliki pengalaman nyata memimpin organisasi kepemudaan (OKP) atau kelompok Cipayung Plus, serta mampu menjalin kolaborasi lintas elemen tanpa kehilangan integritas. Kepemimpinan seperti inilah yang akan membawa KNPI kembali menjadi “rumah bersama” bagi pemuda, bukan sekadar arena perebutan pengaruh dan jabatan.
“MUSDA XV harus menjadi titik balik. Bila KNPI kembali menyerahkan kepemimpinan kepada figur kompromi politik, maka kita hanya akan melahirkan generasi apatis, pemuda yang terasing dari realitas dan perjuangan rakyat,” tandasnya.
Dengan demikian, Musda ke-XV DPD KNPI Maluku Tengah diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial, tetapi momentum strategis untuk menegaskan arah baru gerakan pemuda yang berlandaskan integritas, idealisme, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Sudah saatnya pemuda Maluku Tengah berdiri tegak, menolak segala bentuk titipan politik, dan memastikan KNPI dipimpin oleh figur yang lahir dari perjuangan, bukan hasil persekongkolan kekuasaan(TM-03)













