Topik Maluku.com, MALTENG— Videotron yang dipasang di area Pasar Binaiya, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, kembali menjadi sorotan publik. Fasilitas informasi harga kebutuhan pokok itu nyaris tak berfungsi sebagaimana mestinya karena lebih sering mati dan hanya menyala di jam-jam tertentu. Padahal, perangkat ini diharapkan menjadi sarana transparansi harga bagi pedagang dan masyarakat.
Seorang petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Tengah mengungkapkan kepada wartawan bahwa videotron sebenarnya hanya bergantung pada aliran listrik dari pedagang sekitar. Akibatnya, perangkat tidak dapat menyala penuh selama jam operasional kantor.
“Biasanya kita edit di Canva. Kalau normal, videotron menyala sampai jam kantor selesai. Tapi karena masih pakai listrik pedagang, jadi menyala tidak tentu,” ujar petugas tersebut. Pada Jum’at (14/11/25).
Ia mengatakan videotron kerap baru menyala sekitar pukul 11.00 WIT dan mati sebelum tengah hari karena keterbatasan daya. Selain listrik, jaringan internet juga menjadi kendala yang memperumit proses pembaruan data harga.
“Kalau WiFi bermasalah, kita pakai hotspot pribadi. Sambung langsung ke laptop,” ucapnya.
Proses pembaruan harga dilakukan setiap hari. Petugas Disperindag turun langsung ke lapangan mengumpulkan harga dari pedagang, lalu menghitung rata-rata sebelum ditampilkan di videotron.
“Jam 10 harga baru masuk ke saya, lalu saya edit. Di videotron ada item, harga, dan keterangan apakah harga stabil, naik, atau turun,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa kendala listrik dan internet kerap membuat proses editing hingga unggahan visual terhambat, bahkan mengganggu Work in Progress (WIP) yang sudah dijadwalkan harian.
Sementara itu, Kepala Disperindag Maluku Tengah, Erni Rachman, sebelumnya telah menyatakan kepada media bahwa videotron di Pasar Binaiya sudah kembali berfungsi normal setiap hari kecuali hari libur.
“Videotron menampilkan info harga rata-rata kebutuhan pokok, tabaos pasar, hingga pandangan agama tentang kecurangan pengukuran. Sudah normal setiap hari kecuali hari libur,” kata Erni dikonfirmasi pada 31 Oktober 2025. Dilansir TopikMaluku.com dari EKSPRESSIMALUKU.com.
Ia menegaskan tujuan pemasangan videotron adalah memastikan masyarakat dan pedagang mendapatkan informasi harga yang akurat dan terkini sehingga tidak terjadi praktik kenaikan harga sepihak.
“Informasi yang ditampilkan membantu pedagang menentukan harga yang wajar dan tidak mengambil keuntungan berlebihan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, kata Erni, berkomitmen menjaga stabilitas harga dan melindungi konsumen melalui pengawasan harga kebutuhan pokok secara rutin.
“Kami berkomitmen menjaga stabilitas harga dan melindungi konsumen dari praktik yang tidak baik,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, kepala Disperindag Maluku Tengah belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana perbaikan sumber listrik maupun jaringan internet untuk menjamin videotron dapat berfungsi optimal sebagai sarana informasi publik.(TM-03)













