Topik Maluku.com, AMBON– Gerakan masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bantu Rakyat (ARRAK) menyerukan desakan terhadap evaluasi kepemimpinan Bahlil Lahadalia. Kampanye bertajuk “Dari Maluku, Turunkan Bahlil Lahadalia” resmi diluncurkan pada Sabtu, 8 Juni 2025, di Ambon.
Koordinator ARRAK, Fadel Rumakat, menyatakan bahwa kekecewaan terhadap Bahlil bukan sekadar bersifat personal, melainkan mencerminkan kegelisahan kolektif warga Maluku atas performa dan sikap politik sang pejabat publik. “Representasi Maluku di tingkat nasional semestinya menjadi kekuatan substantif, bukan hanya simbolis,” ujar Rumakat dalam pernyataannya kepada TopikMaluku.com
ARRAK menilai, selama menjabat, Bahlil:
•Gagal mendorong pembangunan berkeadilan di kawasan timur Indonesia,
•Terlibat dalam praktik politik transaksional dan elitis,
•Mengabaikan aspirasi rakyat kecil, khususnya di wilayah kepulauan.
Kritik terhadap Bahlil juga menguat di ruang digital. ARRAK menyebut kampanye ini akan dilanjutkan melalui media sosial, diskusi terbuka, serta petisi daring yang melibatkan diaspora Maluku di berbagai negara.
“Ini bukan sekadar penolakan terhadap satu nama, tapi pesan keras dari rakyat Maluku bahwa kami menuntut pemimpin yang berpihak,” kata Rumakat.
ARRAK juga membuka ruang kolaborasi dengan tokoh adat, pemuda, dan akademisi untuk memperluas gerakan ini. Mereka menegaskan, sudah saatnya keberpihakan menjadi tolok ukur utama kepemimpinan, bukan asal-usul geografis semata.(TM-03)















