Topik Maluku.com, JAKARTA— Kabar duka datang dari dunia pendakian Indonesia. Firdaus Ahmad Fauzi, seorang pendaki muda asal Bogor, ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Binaiya, Maluku, setelah sebelumnya dinyatakan hilang. Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Maluku, Saadiya Uluputy, turut menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas kepergian Firdaus melalui akun Facebook pribadinya.
Dalam unggahannya, Saadiya mengungkapkan harapan besarnya agar Firdaus ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, takdir berkata lain.
“Firdaus telah pulang. Saya amat sangat berharap ditemukan di bawah pohon yang teduh dan rindang di atas Gunung Binaiya. Tapi takdir berkata lain. Allah yang Kuasa lebih mencintainya dan menetapkan takdirnya di Binaiya,” tulisnya.
Saadiya juga menyoroti pentingnya perhatian negara terhadap keselamatan setiap warganya, terutama dalam kasus hilangnya pendaki di kawasan hutan lindung. Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, ia menegaskan telah berkoordinasi dengan pihak Taman Nasional Manusela agar bertanggung jawab penuh dalam upaya pencarian Firdaus.
“Dalam situasi genting seperti ini, negara tidak boleh abai terhadap keselamatan warganya. Saya meminta agar dibuka semua opsi pencarian. Saya juga mengapresiasi sigapnya tim Taman Nasional yang telah terlibat sejak awal, meski harus menghadapi medan berat hingga ada yang mengalami cedera,” ujarnya.
Tak lupa, Saadiya memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para relawan dan pencinta alam yang turut berjuang dalam pencarian Firdaus. Ia menilai semangat solidaritas dan kecintaan mereka terhadap sesama dan alam adalah bukti nyata nilai kemanusiaan.
“Yang luar biasa, tak terbalaskan dan tak terbayarkan adalah jiwa para relawan. Kalian menunjukkan bukti cinta alam kepada manusia, kepada teman kalian yang hilang. Kalian rela turun ke jalan, mengumpulkan koin kepedulian, mengorbankan waktu dan tenaga hingga Firdaus ditemukan,” ucapnya.
Meski Firdaus ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Saadiya merasa lega karena upaya maksimal telah dilakukan. “Walau sedih dan duka mendalam karena ditemukan dalam keadaan meninggal, tapi saya puas. Itu adalah batas maksimal usaha manusia,” ungkapnya haru.
Di akhir pesannya, Saadiya juga menyampaikan rasa hormat kepada para raja, tokoh adat, dan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Binaiya. Ia menegaskan bahwa masyarakat adat adalah penjaga sejati hutan, dengan rasa memiliki yang begitu besar terhadap alam dan para tamu yang datang.
“Benarlah kiranya bahwa penunggu hutan adat adalah masyarakat hukum adat. Rasa memiliki akan hutan sebesar rasa memiliki akan manusia,” pungkasnya.
Firdaus Ahmad Fauzi diketahui mendaki Gunung Binaiya dengan izin resmi dan membayar retribusi ke Taman Nasional Manusela. Kepergiannya ke Maluku adalah bagian dari kecintaannya terhadap alam dan dunia pendakian.(TM-03)













