Topik Maluku.Com, JAKARTA– Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa sepuluh nelayan asal Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, yang dilaporkan hanyut di laut selama lima hari akibat kerusakan mesin perahu dalam perjalanan pulang dari perairan Papua menuju Pulau Seram.
Informasi tentang peristiwa ini pertama kali diterima dari Raja Negeri Pasanea, Kecamatan Seram Utara Barat, yang mendapatkan kabar langsung dari salah satu nelayan yang selamat setelah mereka melihat daratan Pulau Tujuh dan berhasil melakukan kontak melalui sambungan telepon.
Dalam pernyataannya yang diterima redaksi TopikMaluku.com, Kamis (22/5), Saadiah menilai bahwa insiden ini mencerminkan masih lemahnya perlindungan terhadap nelayan, khususnya mereka yang beroperasi di lintas wilayah laut terbuka.
“Saya meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan SAR Nasional, untuk segera bertindak cepat dan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna memastikan keselamatan seluruh nelayan yang terlibat. Nyawa manusia harus menjadi prioritas tertinggi,” tegas Saadiah.
Diketahui, para nelayan tersebut menggunakan perahu dengan mesin tempel dari Pasanea menuju perairan Aduwei dan Waigama di Papua untuk memancing ikan dasar. Mereka mulai kembali sekitar 16 Mei 2025, namun di tengah perjalanan mengalami kerusakan mesin, yang mengakibatkan mereka terombang-ambing di lautan tanpa bekal makanan yang memadai hingga lima hari lamanya.
Kontak pertama baru berhasil dilakukan pada Kamis siang pukul 13.30 WIT. Kabar tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat dan masyarakat dengan mengirimkan armada pencarian.
Sebagai wakil rakyat dari Maluku, Saadiah mengapresiasi respons cepat masyarakat dan aparat kepolisian, khususnya Kapolsek Pasanea, dalam mengoordinasikan pengiriman bantuan. Namun, ia menekankan pentingnya penguatan sistem deteksi dini serta kesiapsiagaan maritim agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Ini saatnya negara hadir secara utuh bagi para nelayan kita. Jangan biarkan mereka berjibaku sendiri menghadapi ganasnya laut karena keterbatasan fasilitas dan pengawasan negara,” tutupnya.
Saadiah juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal hak-hak nelayan, memperjuangkan penguatan infrastruktur keselamatan laut, serta mendorong adanya prosedur tanggap darurat yang cepat dan efektif di wilayah pesisir dan kepulauan.(TM-03)









