Topik Maluku.Com, Malteng —informasi yang di himpun oleh media ini bahwa dalam sebuah operasi pencarian dan penyelamatan yang penuh tantangan, Tim SAR gabungan kini terus masih berjuang menembus lebatnya hutan dan ganasnya medan Gunung Binaya, kamis (1/05/25) Maluku Tengah, untuk menemukan seorang pendaki bernama Firdaus yang dilaporkan hilang sejak beberapa hari lalu.
Laporan terakhir menyebutkan, Firdaus terakhir kali terlihat di sekitar jalur antara Pos 4 (Isilali) dan Pos 5 (Nasapeha), sebelum ia hilang kontak dan tak kunjung kembali ke basecamp.
Operasi penyelamatan dimulai sejak 28 April 2025, ketika tim SAR diberangkatkan dari Ambon menuju Desa Piliana, titik awal pendakian menuju puncak Gunung Binaya. Misi ini bukan sekadar perjalanan biasa—setiap langkah adalah upaya melawan waktu dan medan yang mematikan.
Pada 29 April, tim melanjutkan pendakian menuju Pos 2 (Aimoto), melewati jalur terjal dan berbatu, sambil membawa peralatan logistik dan komunikasi lengkap. Sehari berselang, 30 April, perjalanan diteruskan menuju Pos 4 (Isilali), titik penting yang mendekatkan mereka pada zona pencarian utama.
Puncaknya adalah 1 Mei 2025, ketika tim bergerak dari Pos 4 menuju Pos 5 (Nasapeha). Di sinilah titik krusial dimulai—penyisiran jalur pendakian yang diyakini sebagai lokasi terakhir keberadaan Firdaus dilakukan dengan cermat dan penuh kehati-hatian. Tim tiba di Pos 5 sekitar pukul 11.00 WIT dan langsung bergabung dengan tim pencari yang telah lebih dulu berada di lokasi sejak 26 April.
Jumlah total personel yang kini dikerahkan dalam operasi ini mencapai 27 orang, terdiri dari gabungan tim SAR profesional, relawan lokal, dan pendaki berpengalaman yang memahami kontur ekstrem Gunung Binaya.
Setibanya di Pos Nasapeha, tim sempat melangsungkan upacara adat, sebuah tradisi lokal yang dipercaya dapat membuka jalan dan memberikan keselamatan dalam proses pencarian. Upacara ini menjadi simbol harapan dan penghormatan terhadap alam serta semangat kolektif yang menyelimuti operasi penyelamatan ini.
Usai upacara, penyisiran dilanjutkan secara intensif di sekitar area terakhir tempat Firdaus diduga berada. Namun hingga sore hari ini, hasil pencarian masih nihil. Tidak ada jejak, sinyal, maupun tanda-tanda keberadaan survivor yang berhasil ditemukan.
Meski demikian, semangat para personel tidak padam. Medan yang sulit, hujan deras, hingga kabut tebal tidak menyurutkan langkah mereka. “Kami akan terus mencari tanpa henti sampai ada titik terang,” ujar salah satu anggota tim di lapangan.
Operasi ini menjadi pengingat betapa alam bisa menjadi sahabat dan musuh dalam waktu bersamaan. Di tengah upaya yang penuh risiko ini, satu hal yang tetap menyala adalah harapan—bahwa Firdaus akan ditemukan selamat, dan perjalanan panjang ini akan berakhir dengan kabar baik.(TM-03)















