Seram Bagian Timur, TopikMaluku.com – Inspektorat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai melakukan pemeriksaan keuangan pemerintahan desa di 198 desa yang tersebar di 15 kecamatan, termasuk Kecamatan Werinama, pada Senin (19/04/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau pengelolaan dan alokasi Dana Desa (DD), sekaligus menjawab keresahan masyarakat soal transparansi anggaran.
Pemeriksaan ini mendapat apresiasi dari warga, namun juga menuai kritik keras terkait pelaksanaannya.
“Pemeriksaan yang dilakukan terkesan sembunyi-sembunyi, bahkan dilakukan malam hari di rumah raja, bukan di kantor balai desa,” ungkap Muhammad Ali Fakar Lessy, tokoh pemuda Werinama dan putra asli SBT.
Menurut Fakar, sikap tertutup tim pemeriksa bertolak belakang dengan semangat transparansi yang digaungkan Kepala Inspektorat SBT. Ia menyesalkan bahwa kegiatan penting seperti ini dilakukan secara diam-diam, tanpa melibatkan atau menginformasikan masyarakat.
“Apa yang dilakukan oleh tim pemeriksa berbeda jauh dengan makna transparansi yang disampaikan oleh Kepala Inspektorat,” tegasnya.
Fakar menekankan bahwa keterbukaan dalam pemeriksaan akan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Fachri-Vhito. Ia berharap ke depan Inspektorat tidak hanya berwacana soal transparansi, tapi juga mewujudkannya secara nyata dalam praktik.
“Jika Tim Pemeriksa melibatkan masyarakat dalam proses, maka kepercayaan terhadap pemerintahan akan meningkat. Jangan jadikan kalimat keterbukaan anggaran hanya sebagai hiasan,” tutup Fakar. (TM-03)










