TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Diskusi Menjawab Hidupnya Ruang Literasi. Academia Caffe: Peduli Terhadap Hak-Hak Masyarakat Yang di Rampas.

oppo_2048

Topik Maluku.Com, Ambon– Salah satu kedai kopi yang berdekatan dengan kampus Institut Islam Negeri Ambon (IAIN) Ambon, kini mengadakan suatu dialog dengan tema “Menelaah kritis Mazhab Frankfurt di abat ke dua.”

Kegiatan yang di adakan oleh pemilik Academia Caffe, Pandi Rumra, sebagai salah satu bentuk menghidupkan ruang-ruang diskusi dan peduli terhadap hak-hak masyarakat yang di rampas. Hal ini pun di isi oleh sejumlah narasumber, Selasa (21/04/25).

” Ya, kegiatan ini saya buat untuk menghidupkan ruang-ruang diskusi yang kian sudah vakum, Sebagai bentuk agar menjawab hidupnya ruang-ruang literasi,”

Saya fikir, bahwa dengan adanya diskusi ini kita bisah menelaah secara kritis terhdap masalah-masalah perampasan hak-hak ulayat di Maluku hari ini.” Ujar Pandri Rumra.

Fajrin Rumalutur, Beni Ritiauw dan Jul Tihurua. Sebagai narasumber yang turut hadir untuk mengupas pikiran Frankfurt di abat ke dua agar membuka isu-isu keterpurukan rakyat maluku dalam yang sedang menghadapi perampasan hak-hak ulayat.

Beni Ritiauw, narasumber yang mengupas dari pikiran eropa lama Populisme kanan dan kepribadian otoriter.

“Mari membaca politik melalui lensa Theodor W. Aderne, untuk kita sama-sama keluar dari masalah-masalah perampasan ini,” Ungkap Beni Ritiauw

Bukan hanya itu, Jul Tihurua sebagai salah satu narasumber yang mengupas dari sisi budaya masa ” Literasi dan teknologi pembeda Mazhab Frankfurt melalui lensa antropologi sosial”,

“Untuk itu, kita harus memiliki gerakan yang kuat, kritis, gaya praktik dan Ideologi. Sebagai salah satu cara agar kita bisa menyelesaikan hak-hak ulayat yang kian di rampas,” Tangkas Jul Tihurua. (TM-03)

 


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
Penulis: Abdul kadir ipa
TopikMaluku
error: Konten Dilindungi !