LANGGUR, TOPIK MALUKU — Setelah 77 tahun berdiri, SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, akhirnya mendapat kunjungan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Kunjungan tersebut menjadi momen istimewa bagi sekolah berasrama yang telah berdiri sejak 1949 itu. Di tengah agenda kunjungan kerja ke Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, Gubernur menyempatkan diri melihat langsung kehidupan pendidikan di sekolah yang telah melahirkan ribuan lulusan tersebut.
Kunjungan ini dilakukan di sela-sela agenda Gubernur menghadiri Festival Meti Kei, kegiatan terkait upacara teripang di Warabal dan Jemaatahar, serta pembukaan Sidang MPL Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) di Kota Tual.
Gubernur mengaku bangga bisa hadir di SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur. Menurutnya, sekolah tersebut memiliki sejarah panjang dan kontribusi penting dalam mencetak generasi Maluku yang berkiprah di berbagai bidang.
Sejak didirikan pada 1949, sekolah ini telah mendidik ribuan lulusan. Sebagian besar dipersiapkan untuk menjadi pastor atau imam dalam Gereja Katolik, sementara lulusan lainnya mengabdi di pemerintahan, sektor swasta, dan berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Selain melihat langsung proses pendidikan, Gubernur juga meninjau sejumlah ruang belajar dan bangunan sekolah yang mendapatkan dukungan melalui program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat.
Program tersebut dilaksanakan melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota.
Gubernur menilai program revitalisasi pendidikan merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah, termasuk di wilayah Maluku.
Ia berharap, pada tahun mendatang, semakin banyak sekolah di Maluku yang memperoleh manfaat dari program tersebut.
ORKESTRA MUDA CURI PERHATIAN
Salah satu hal yang menarik perhatian Gubernur dalam kunjungan itu adalah penampilan orkestra para siswa SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur.
Meski kelompok orkestra tersebut belum genap berusia satu tahun, para siswa mampu menampilkan permainan musik yang dinilai mengesankan.
Alunan violin, cello, trompet, trombon, dan sejumlah alat musik lainnya memperlihatkan potensi musikalitas para siswa yang terus berkembang melalui proses latihan.
Gubernur mengaku kagum melihat kemampuan para siswa yang mampu menunjukkan penampilan layaknya kelompok orkestra yang telah lama berlatih.
Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi pengembangan bakat, talenta, pembentukan karakter, dan kehidupan rohani peserta didik.
Ia menilai SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur telah menunjukkan bahwa pendidikan yang memadukan pengetahuan, pembinaan karakter, kehidupan rohani, dan pengembangan seni dapat menghasilkan generasi yang memiliki beragam kemampuan.
Gubernur berharap, potensi yang ditunjukkan para siswa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Maluku, baik negeri maupun swasta.
Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung potensi pendidikan yang berkembang di Maluku Tenggara, termasuk peran sekolah-sekolah yang telah lama berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia.
Bagi SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur, kunjungan Gubernur Maluku setelah 77 tahun perjalanan sekolah menjadi momen yang tidak sekadar bersejarah, tetapi juga membawa harapan bagi pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sarana belajar pada masa mendatang.














