LANGGUR, TOPIK MALUKU — Kunjungan Gubernur Maluku ke SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar sekolah tersebut. Selama 77 tahun berdiri, kunjungan itu disebut sebagai kunjungan gubernur pertama yang diterima sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur, Pastor Jack Krendrusun MSC, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian Pemerintah Provinsi Maluku terhadap perkembangan pendidikan di sekolah yang dikelolanya.
Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk mendukung kemajuan pendidikan tanpa membedakan sekolah negeri dan swasta.
“Kunjungan ini menjadi keyakinan bagi kami bahwa pemerintah hadir untuk semua. Tidak memandang bulu, baik sekolah negeri maupun swasta, semuanya diperhatikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan mencerdaskan anak-anak Maluku,” ungkap Pastor Jack.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi Maluku, Gubernur Maluku, serta Dinas Pendidikan yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah.
Dapat Bantuan Revitalisasi, Fasilitas Sekolah Dibenahi
Perhatian pemerintah terhadap SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur turut diwujudkan melalui program bantuan revitalisasi sekolah.
Pastor Jack menjelaskan, bantuan tersebut mencakup pembangunan tiga ruang baru, termasuk ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan ruang Bimbingan Konseling (BK), serta fasilitas pendukung kesehatan lainnya.
Selain pembangunan ruang baru, program revitalisasi juga mencakup rehabilitasi tiga ruang kelas dan pembangunan fasilitas sanitasi berupa kamar mandi dan toilet.
Menurutnya, perbaikan fasilitas sanitasi menjadi salah satu perubahan penting bagi sekolah yang menampung sekitar 150 siswa tersebut.
Selama ini, fasilitas kamar mandi dan toilet menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian lebih. Melalui program revitalisasi, fasilitas tersebut kini menjadi lebih baik dan nyaman digunakan para siswa.
“Sekarang anak-anak bisa menggunakan kamar mandi dan toilet dengan lebih nyaman. Itu semua berkat bantuan revitalisasi yang diberikan kepada sekolah kami,” ujarnya.
Pastor Jack menegaskan, dukungan pemerintah provinsi dalam mengawal pelaksanaan program revitalisasi sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan di sekolah tersebut.
Ia berharap perhatian terhadap fasilitas pendidikan terus berlanjut sehingga para siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih layak dan mendukung pengembangan potensi mereka.
Orkestra Siswa Jadi Kebanggaan Sekolah
Selain menyoroti bantuan revitalisasi, Pastor Jack juga menyampaikan perkembangan positif kegiatan orkestra yang dibangun di lingkungan SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur.
Menurutnya, pembentukan orkestra berangkat dari keyakinan bahwa anak-anak Maluku memiliki bakat besar dalam bidang musik dan tarik suara. Namun, bakat tersebut sering berkembang secara otodidak karena keterbatasan akses terhadap pelatih profesional.
Untuk menjawab tantangan itu, pihak sekolah mendatangkan pelatih musik profesional dari Manado, termasuk tenaga pengajar bergelar doktor di bidang musik, guna membimbing para siswa.
Proses pembinaan, kata dia, tidak selalu mudah. Para siswa harus belajar disiplin, mengatur waktu, memahami teknik memegang alat musik, hingga menguasai cara memainkan instrumen dengan benar.
Meski demikian, hasil latihan mulai terlihat meskipun kegiatan orkestra tersebut belum genap berjalan satu tahun.
“Awalnya saya juga sempat pesimistis, apakah anak-anak Maluku bisa berkembang sejauh ini. Tetapi setelah melihat mereka berlatih dan bermain musik, ternyata kemampuan mereka luar biasa,” tuturnya.
Ia menambahkan, para pelatih juga melihat potensi besar dalam diri anak-anak Maluku. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para siswa diyakini dapat berkembang menjadi pemain musik yang andal.
Konser Khusus Sambut HUT ke-77
Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun sekolah yang ke-77, SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur merencanakan konser musik orkestra pada tanggal 30.
Konser tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mengembangkan bakat.
Bagi Pastor Jack, orkestra bukan hanya tentang kemampuan memainkan alat musik, melainkan juga sarana membangun karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan diri para siswa.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah.
Bahkan, dalam jangka panjang, para alumni diharapkan mampu menularkan kemampuan musik kepada generasi berikutnya, menjadi pelatih, serta ikut membangun kelompok-kelompok orkestra baru di Maluku.
“Saya berharap sepuluh tahun ke depan akan muncul pemain-pemain musik hebat yang mampu membentuk orkestra baru di Maluku. Anak-anak ini harus diberi kesempatan untuk belajar dan berkembang,” katanya.
Menurut Pastor Jack, potensi anak-anak Maluku akan semakin terlihat apabila didukung fasilitas pendidikan yang memadai, pendampingan yang tepat, serta kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Ia pun kembali menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Maluku atas perhatian yang diberikan kepada sekolahnya.
Baginya, kunjungan gubernur setelah 77 tahun berdiri dan bantuan revitalisasi yang diterima menjadi momentum penting bagi SMA Seminari Santo Yudas Tadeus Langgur untuk terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan bakat siswa.














