Topik Maluku.com, MALTENG – Warga Negeri Laimu, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mengeluhkan kondisi jalan di dalam negeri mereka yang rusak parah dan tak kunjung mendapat perhatian pemerintah. Ironisnya, kerusakan jalan itu mencuat setelah Negeri Laimu menjadi bagian dari pusat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Kabupaten Malteng.
Pantauan TopikMaluku.com di lapangan, hampir seluruh ruas jalan di dalam kota kecamatan atau kampung Laimu tampak berlubang, bergelombang, dan sebagian besar sudah tidak beraspal. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Salah satu warga, Mahmud Watimurry, meminta agar Camat Telutih hingga Bupati Maluku Tengah turun langsung meninjau kondisi jalan di Negeri Laimu. Ia menilai kerusakan jalan sudah berlangsung lama tanpa adanya perbaikan berarti.
“Kami minta Pak Camat, kemudian Pak Bupati Maluku Tengah, perlu melihat kembali jalan-jalan yang ada di negeri ini. Jalan rusak total, hampir satu negeri Laimu ini,” kata Mahmud saat diwawancarai wartawan, Kamis (18/12/2025).
Mahmud menegaskan, kualitas jalan yang memadai sangat dibutuhkan agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, bukan hanya warga Laimu, tetapi juga masyarakat Maluku Tengah secara umum.
“Diharapkan jalan yang sudah rusak ini secepatnya dibangun kembali, supaya masyarakat bisa menikmati. Bukan hanya masyarakat Laimu sendiri, tapi masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.
Menurut informasi warga, jalan di Negeri Laimu terakhir kali dibangun sekitar tahun 2010 silam. Artinya, sudah lebih dari 15 tahun kondisi jalan dibiarkan tanpa perbaikan signifikan.
“Kurang lebih sejak tahun 2010 sampai sekarang, sudah sekitar 15 tahun lebih. Proses pengaspalan jalan di Laimu memang jaraknya lama sekali,” ungkap Mahmud.

Ia juga menyayangkan belum adanya peninjauan dari pihak-pihak berwenang, baik dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), maupun anggota DPRD setempat.
“Setahu saya belum pernah ada peninjauan dari pihak DPRD maupun Dinas PU untuk melihat langsung kerusakan jalan di Laimu ini,” katanya.
Warga bahkan menyoroti peran Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah, Arman Mualo, yang merupakan anak asli Negeri Laimu. Menurut warga, hingga kini belum terlihat upaya nyata dalam memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan di negeri tersebut.
Dengan kondisi jalan yang semakin memprihatinkan, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar akses transportasi dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.(TM-03)













