Topik Maluku.com, MALTENG– Pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) Tahap II di Masjid Alkahfi, Pahlawan Puncak, Kelurahan Namaelo, Kecamatan Kota Masohi, resmi diresmikan pada Selasa (16/12/2025). Program dengan alokasi dana sebesar Rp 426 juta ini merupakan hasil aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui Komisi V DPR RI.
Peresmian Sanimas tersebut dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Komisi V, Saadia Uluputty dan Dinas PU Provinsi Maluku. Saadia menyerahkan plakat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebagai mitra kerja Komisi V DPR RI. Program ini dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor 120/BPBPK 33.43/25.
Dalam sambutannya, Saadia Uluputty menyampaikan bahwa pembangunan Sanimas ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Ia mengingatkan bahwa peletakan batu pertama telah dilakukan bersama Bupati Maluku Tengah pada 16 Oktober 2025.
“Beberapa bulan lalu kita hadir bersama untuk peletakan batu pertama. Kemudian 16 Oktober bersama Bupati Maluku Tengah kita kembali hadir. Jika dihitung Oktober, November, Desember, berarti tepat dua bulan. Dan hari ini, 16 Desember, kita kembali hadir untuk meresmikan satu program Sanimas,” kata Saadia.
Saadia menjelaskan, program Sanimas ini merupakan bentuk nyata dari aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam pembahasan di Komisi V DPR RI. Aspirasi tersebut muncul saat dirinya melakukan kunjungan ke Kelurahan Namaelo dan bertemu dengan tokoh agama yang menyampaikan kebutuhan MCK untuk masjid.
“Alhamdulillah, setelah aspirasi itu kami sampaikan, realisasinya bukan hanya MCK untuk masjid, tetapi juga untuk warga,” ujarnya.
Dalam satu unit pengolahan terpadu Sanimas ini, terdapat total 12 unit MCK yang berfungsi. Secara keseluruhan, program ini mencakup 18 unit MCK, dengan 16 unit dialokasikan untuk warga dan 2 unit untuk masjid. Pada tahun 2025 ini, Saadia juga mengusulkan tiga lokasi program Sanimas, masing-masing dua lokasi di Kabupaten Seram Bagian Barat dan satu lokasi di Kabupaten Maluku Tengah.
“Alhamdulillah, tahun ini juga akan dialokasikan tambahan 13 unit Sanimas. Ini menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat benar-benar bisa terimplementasi melalui fungsi anggaran DPR RI,” jelasnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Saadia menegaskan kehadirannya di lokasi bertujuan untuk memastikan pembangunan telah selesai dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Ia mengaku senang mendengar laporan dari Lurah Namaelo, Nespa, yang menyampaikan bahwa program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kami tidak hanya melihat MCK di masjid, tetapi juga ingin melihat langsung MCK di rumah-rumah warga. Kami ingin memastikan semuanya selesai dan berfungsi dengan baik,” ucap Saadia.
Ia juga menyoroti dampak sosial dari program tersebut, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Banyak warga yang sebelumnya tidak memiliki MCK di dalam rumah, kini sudah merasakannya.
“Artinya, manfaat program ini sudah benar-benar dirasakan. Ini adalah bagian dari kehadiran negara dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementerian PUPR, khususnya Balai Penataan Kawasan dan Permukiman serta Cipta Karya, Saadia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang infrastruktur dasar.
“Infrastruktur yang layak, rumah yang baik, dan sanitasi yang memadai akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Anak-anak akan lebih sehat, kualitas hidup meningkat, dan Indeks Pembangunan Manusia juga akan membaik, bukan hanya di atas kertas, tetapi secara nyata,” katanya.
Saadia berharap, program Sanimas seperti ini dapat menjadi pemicu meningkatnya produktivitas masyarakat, baik petani, nelayan, maupun pedagang, sehingga kesejahteraan rakyat dapat terus bertumbuh.
“Harapan kami, masyarakat dapat melihat bahwa anggota DPR bukan hanya menyampaikan janji, tetapi mampu memperjuangkan aspirasi hingga terwujud dan dirasakan secara nyata,” pungkas Saadia.(TM-03)













