Topik Maluku.com, MALTENG– Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir membuka secara resmi Lomba Bai Kole-kole di Desa Walang, Pulau Salamon, Banda, Jumat (28/11/2025). Kegiatan budaya maritim khas Banda itu disambut meriah warga yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Zulkarnain menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena tradisi tersebut masih terus dilestarikan masyarakat.
“Orang Banda, saya banyak bersyukur. Festival seperti ini rasanya di Maluku Tengah hanya ada di Banda,” ujarnya.
Zulkarnain mengatakan, masyarakat Banda layak bangga karena Lomba Bai Kole-kole tidak hanya menjadi ajang hiburan dan budaya, tetapi juga membuka peluang besar bagi pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat untuk mendorong pengembangan kembali kawasan Banda.
“Orang Banda juga bersyukur bahwa ada harapan-harapan besar untuk kita bersama-sama membangun kembali Maluku Tengah, khususnya Banda,” ucapnya.

Menurutnya, festival ini juga menjadi ruang edukatif bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga budaya dan identitas lokal. “Ini semua supaya adik-adik kita dapat menilai dan merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Usai sambutan, lomba resmi dimulai. Para peserta mendayung kole-kole dari Desa Walang menuju Pelabuhan Kumber. Hasil perlombaan mencatat juara tiga diraih peserta dari Negeri Kumber dengan waktu 12 menit 25 detik. Juara dua berasal dari Negeri Lontor dengan kole-kole bernama Merpati mencatat waktu 11 menit 54 detik. Sementara juara satu diraih tim dengan kole-kole Raja Laut yang finis tercepat dengan waktu 11 menit 43 detik.
Lomba Kole-kole merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Banda yang digelar untuk merawat budaya maritim sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata lokal. Kegiatan ini diikuti warga dari berbagai kampung di Kepulauan Banda dan menjadi salah satu agenda budaya yang paling ditunggu setiap tahun.(TM-03)













