TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Dari Maluku untuk Indonesia: Semangat Baru Pengusaha Muda di Bumi Raja-Raja

Pelantikan HIPMI Maluku menjadi momentum konsolidasi pengusaha muda dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Ambon, Topik Maluku – Suasana sore di Kota Ambon, Rabu (12/11/2025), menjadi saksi pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Maluku di Hotel Santika Ambon. Acara tersebut tidak hanya menjadi prosesi pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi daerah.

Mewakili Gubernur Maluku, Asisten I Setda Provinsi Maluku, Jalaludin Salampessy, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi menaruh harapan besar kepada HIPMI sebagai mitra strategis penguatan ekonomi.

“Pelantikan ini adalah amanah. HIPMI harus melahirkan pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing, untuk mendorong Maluku menuju kemajuan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Jamaludin menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat—untuk mempercepat pergerakan ekonomi di “Bumi Raja-Raja”. Tema pelantikan, Sinergi Kolaborasi, Par Maluku Pung Bae, menjadi penegasan pentingnya integrasi kerja antarpemangku kepentingan.

Mantan Ketua HIPMI Maluku, Azis Tuny, memberikan refleksi kritis terkait kondisi pembangunan di Maluku. Dengan suara berat akibat sakit, ia menyampaikan bahwa Maluku masih sering terpinggirkan dalam pembangunan nasional.

“Cara berpikir kita masih darat-sentris, sementara 93 persen wilayah Maluku adalah laut,” tegasnya.

Dengan APBD sekitar Rp2,9 triliun, kata Azis, Maluku tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah. “Kuncinya adalah menggerakkan sektor swasta dan investasi,” ujarnya. Ia menyoroti potensi strategis Maluku perikanan, energi, mineral, dan pertanian yang belum dikelola optimal. Menurutnya, HIPMI harus berperan sebagai penghubung antara potensi dan peluang.

“Kita sudah terlalu lama hidup dengan semangat saling buku atau saling menjatuhkan. Kini saatnya berubah menjadi saling kipu, saling mendukung untuk kemajuan bersama,” serunya, disambut tepuk tangan panjang peserta.

Ketua BPD HIPMI Maluku yang baru dilantik, Mohammad Reza Mony, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan HIPMI sebagai wadah pembinaan dan perjuangan bagi pengusaha muda.

“HIPMI harus menjadi rumah bersama bagi anak muda Maluku yang ingin menjadi pengusaha dan berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Reza menekankan bahwa tantangan ekonomi Maluku tidak ringan, apalagi di tengah keterbatasan fiskal nasional. Karena itu, ia menegaskan perlunya memperkuat jejaring usaha, membuka akses investasi, dan bersikap proaktif dalam menciptakan peluang ekonomi baru.

Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Buchari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Maluku memiliki posisi khusus dalam sejarah perjuangannya di HIPMI.

“Dari Maluku semangat itu tumbuh. Meskipun saya berasal dari Sumatera, garis perjuangan saya dimulai di tanah ini,” ungkapnya.

Akbar menegaskan bahwa HIPMI Nasional menargetkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk ambisi mendorong pertumbuhan hingga 8% pada 2029. HIPMI, katanya, harus berada di garis depan mendukung program strategis pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, energi, industrialisasi, hingga program makan bergizi gratis.

“Mari lanjutkan perjuangan ini dengan hati yang tulus dan komitmen kuat. Dari Maluku untuk Indonesia. Dari daerah untuk kemajuan bangsa,” serunya.

Pelantikan tersebut tidak hanya menandai pergantian kepengurusan, melainkan menjadi panggilan moral bagi generasi muda Maluku. HIPMI Maluku memasuki babak baru sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus penggerak utama dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Dari Ambon, semangat kolaborasi dan kerja bersama kembali bergema. Sebuah keyakinan tumbuh bahwa masa depan Maluku bukan sekadar wacana, melainkan hasil kerja kolektif yang dibangun dengan visi, tindakan, dan cinta pada tanah kelahiran. (Imel)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku
error: Konten Dilindungi !