TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Turnamen Latupati Cup Season 2 Ricuh Lagi, Suporter Terlibat Aksi Lempar Batu

Topik Maluku.com, MALTENG – Turnamen sepak bola Latupati Cup Season 2 yang digelar di Negeri Hatu Mete, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, kembali menuai sorotan tajam. Ajang olahraga yang semestinya menjadi sarana mempererat persaudaraan justru lagi-lagi diwarnai dengan kericuhan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Insiden terbaru terjadi pada Senin (3/11/2025) sore dalam laga antara tim kesebelasan Murkele FC (Mosso) melawan SMA Negeri 51 Yaputih. Pertandingan yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIT itu berakhir dengan kemenangan SMA 51 Yaputih dengan skor 2-0. Namun, situasi yang semula berjalan lancar berubah memanas setelah peluit panjang dibunyikan.

Dari informasi yang dihimpun, kericuhan pecah di luar lapangan, tepat di depan Kantor Negeri Hatu Mete. Dua kelompok suporter yang diduga berasal dari pendukung kedua tim terlibat aksi saling lempar batu dan benda keras. Panitia, aparat keamanan, dan warga sekitar berusaha melerai agar situasi tidak semakin memburuk.

“Awalnya hanya teriakan-teriakan biasa dari pendukung. Tapi tiba-tiba ada yang melempar dari arah kerumunan, dan suasana langsung kacau,” ungkap salah satu saksi mata di lokasi kejadian Kepada TopikMaluku.com.

Sebelum kericuhan di luar lapangan, pertandingan Murkele FC vs SMA 51 sempat memanas di dalam lapangan. Beberapa pemain terlihat saling dorong setelah terjadi pelanggaran keras di area tengah. Wasit sempat menghentikan jalannya pertandingan beberapa menit untuk menenangkan para pemain.

Panitia pelaksana akhirnya memutuskan menghentikan laga lebih awal untuk menghindari bentrokan lanjutan antar pemain dan suporter. Situasi baru benar-benar kondusif setelah aparat keamanan turun tangan melakukan pengamanan.

Bukan hanya itu, kericuhan di Latupati Cup Season 2 bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada Rabu (22/10/2025), laga antara SAMNLISA Yaputih FC dan Merah Putih Tehoru juga nyaris berujung bentrok. Saat itu, keributan bermula ketika penjaga gawang Yaputih FC telah lebih dulu mengamankan bola, namun salah satu pemain Merah Putih menendang dan mendorong kiper hingga terjatuh ke pembatas lapangan yang berdekatan dengan penonton.

Aksi tersebut memancing emosi para pemain dan suporter hingga membuat suasana pertandingan menjadi tidak terkendali. Aparat keamanan harus turun tangan menenangkan situasi.

Rangkaian kericuhan ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat dan pecinta sepak bola Maluku Tengah. Banyak pihak menilai panitia penyelenggara gagal mengantisipasi potensi gesekan antarpemain maupun suporter.

“Turnamen seperti ini seharusnya jadi ajang mencari bibit dan mempererat tali silaturahmi, bukan malah ajang adu emosi. Panitia dan aparat keamanan harus belajar dari insiden sebelumnya,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku Tengah serta Polres Maluku Tengah dan Penyelenggaraan Latupati Cup Season 2  belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Namun, masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan manajemen pertandingan agar insiden serupa tidak terus berulang di turnamen-turnamen mendatang.

Dengan dua kali ricuh dalam satu turnamen, Latupati Cup Season 2 kini tak lagi sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga ujian serius bagi panitia dan pihak keamanan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap dunia sepak bola lokal di Maluku Tengah.(TM-03)

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !